BERANDA

Tim KKN-PPM UGM Ajak Masyarakat Memahami Pertolongan Pertama Lewat Pelatihan P3K

Posted on

Karangtengah- Tim KKN-PPM UGM Karangtengah tahun 2020 bekerjasama dengan Tunas Harapan Karang Taruna Wonowoso mengadakan Pelatihan P3K  secara daring melalui WhatsApp Group pada Rabu, (29/7) silam bersama Ismi Marfuatim Muthoharoh, mahasiswa Ilmu Keperawatan UGM yang juga aktif di Unit Kesehatan Mahasiswa (UKESMA UGM).

“Pertolongan pertama adalah pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegah kecacatan atau maut,” ujar Ismi membuka acara pelatihan edukasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan dalam Kerja) serta P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).

Ismi memaparkan bahwa ada tiga prinsip dasar dari pertolongan pertama. Prinsip pertama adalah memastikan bahwa penolong tidak menjadi korban berikutnya. Kedua, menggunakan metode yang cepat, mudah dan efisien. Serta ketiga, yaitu dengan membiasakan untuk membuat catatan terkait riwayat korban agar mempermudah mendapatkan perawatan medis lanjutan di rumah sakit.

Selain untuk mencegah cacat dan maut, Ismi menyampaikan bahwa pertolongan pertama juga berguna untuk mencegah terjadinya infeksi, mengurangi rasa sakit, memberi rasa nyaman, dan mengusahakan perawatan serta pengobatan yang layak. “Dengan diberikannya pertolongan pertama ini, korban bisa meminimalisir risiko-risiko lebih lanjut apabila tidak diberikan pertolongan,” ujar Ismi.

Dalam melakukan pertolongan pertama, terdapat lima langkah yang harus dilakukan.  Pertama adalah penilaian, dimana penilaian merupakan tindakan mengenali masalah yang terjadi baik dari korban maupun penolong. Penilaian sendiri terdiri dari dua jenis. Pertama, penilaian keadaan yaitu menganalisis kondisi, memastikan bahwa penolong, lingkungan, dan juga kondisi korban aman untuk melakukan pertolongan. “Jangan lupa ketika melakukan pertolongan pertama, utamakan keselamatan penolong dan jangan sampai penolong itu menjadi korban selanjutnya,” tutur Ismi.

Jenis penilaian yang kedua adalah penilaian dini yang meliputi kesan umum, respon, sirkulasi, jalan nafas, dan pernafasan. “Penilaian dini berupa pernafasan dan juga sirkulasinya harus dilakukan semuanya karena sangat vital, jadi harus dicek satu persatu,” ujar Ismi.

“Setelah melakukan penilaian, segera hubungi bantuan dengan menghubungi nomor emergency ambulans 118 atau 119, atau bisa juga menghubungi rumah sakit terdekat yang ada di lokasi kejadian,” tambah Ismi.

Penilaian dini yang ketiga adalah sirkulasi yang bisa dicek melalui dua cara yaitu korban yang merespon dan juga korban yang tidak sadarkan diri. Penilaian dini yang keempat adalah jalan nafas. “Jalan nafas ini sangat penting untuk diperiksa karena jika pasien itu mengalami sumbatan jalan nafas, maka bisa menyebabkan kekurangan oksigen hingga kematian,“ ucap Ismi.

Bagian penilaian dini yang terakhir adalah pernafasan dengan menggunakan metode LDR (Lihat Dengar Rasakan) selama tiga sampai lima detik. “Lihat itu berarti melihat bagaimana pergerakan dinding dadanya korban, dengar berarti mendengarkan apakah ada suara bernafas, Rasakan adalah merasakan adanya udara yang keluar dari korban,” ujar Ismi.

Setelah penilaian berakhir, tindakan selanjutnya adalah pemeriksaan fisik dari ujung kepala hingga ujung kaki. “Apabila ada bengkak atau terkilir, bisa dilakukan pembalutan dengan pembalut elastis dan juga dikompres es. Apabila ada patah tulang bisa dilakukan pembidaian, apabila ada luka terbuka atau ada perdarahan bisa kita hentikan perdarahan nya, kita bersihkan lukanya kemudian kita balut dengan pembalut misalnya kasa,” ujar Ismi.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, Ismi menyampaikan langkah dari pertolongan pertama yaitu melakukan recovery position atau posisi pemulihan pada korban yang tidak sadar supaya jalan nafasnya tetap terbuka.  “Perlu kita ketahui, untuk melakukan pertolongan juga dibutuhkan mengenai riwayat korban yaitu “KOMPAK” dimana K adalah keluhan utama, O itu obat-obatan yang diminum, M itu makanan atau minuman, P itu penyakit yang diderita,  A itu alergi, dan K itu kejadian,”  ujar Ismi.

Setelah pemaparan berlangsung selama satu setengah jam yang diikuti oleh 52 peserta dari wilayah Karangtengah maupun luar kota, acara pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Randu Fajar Alyansyah, mahasiswa KKN-PPM UGM dari Fakultas Farmasi yang mengadakan program ini pun berharap agar Karangtengah yang memiliki desa wisata dapat menerapkan keterampilan P3K. “Semoga pelatihan ini bisa jadi sarana belajar pengelolaan wisata terutama bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Karangtengah agar kalau ada kasus wisatawan yang mengalami kecelakaan di pantai, pelatihan P3K ini nantinya bisa berguna untuk menangani kasus dengan baik,” ujar Randu.

Bagi yang ingin mengakses materi, dapat diunduh melalui tautan: http://bit.ly/PertolonganPertamaKKN

BERANDA

Pembinaan Pajak Bumi Bangunan Desa Batu

Posted on

Karangtengah,- (2/8/2020). Camat Karangtengah Bapak Sofyan, SE. Akt beserta jajaran dan Perangkat Desa Batu Kecamatan Karangtengah Melakukan pembinaan dan monotoring PBB atau Pajak Bumi Bangunan. Kegiatan ini di laksanakan di Balai Pertemuan Kantor Kecamatan Karangtengah. (more…)

BERANDA

Musyawarah Pembangunan Jalan Tol

Posted on

 

Karangtengah,- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan musyawarah bentuk ganti kerugian atas tanah dan bangunan masyarakat desa Batu yang dilaksanakan di aula kecamatan Karangtengah, Selasa (04/08/2020). (more…)

BERANDA

EDUKASI WARGA DESA WONOAGUNG TENTANG COVID-19

Posted on

Karangtengah,- Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan COVID-19 tingkat Kecamatan Karangtengah dampingi Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan COVID-19 tingkat Kabupaten Demak untuk melakukan Edukasi Warga tentang Protokol Kesehatan COVID-19 di Desa Wonoagung Kecamatan Karangtengah, Kamis (29/07/2020). (more…)

BERANDA

EDUKASI WARGA DESA TAMBAKBULUSAN TENTANG COVID-19

Posted on

Karangtengah,- Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan COVID-19 tingkat Kecamatan Karangtengah dampingi Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan COVID-19 tingkat Kabupaten Demak untuk melakukan Edukasi Warga tentang Protokol Kesehatan COVID-19 di Desa Tambakbulusan Kecamatan Karangtengah, Selasa (28/07/2020). (more…)