Rejosari

Potensi Unggulan

Sumber : https://rejosarii.wordpress.com/potensi-unggulan/

Sentra Kerajinan Bambu dan Klem

Salah satu kerajinan yang merupakan potensi unggulan dari desa Rejosari adalah kerajinan anyaman bambu dan klem (bekas limbah pabrik). Kerajinan tersebut  berada di desa Ndalasem,di dusun ini mayoritas warganya membuat anyaman bambu. Hampir di setiap rumah penduduk membuat anyaman dari bambu berupa tampah, tempat untuk menjemur kacang, bakul dan lain sebagainya. Dahulu anyaman bambu ini hanya sebagai  usaha sampingan warga di dusun Ndalasem, hal ini dikarenakan sebagian mayoritas warga bekerja di sawah dan pekerja perusahan. Tetapi, pada saat ini karena kondisi kemarau yang membuat warga desa Ndalasem mengalihkan pekerjaannya untuk membuat anyaman bambu. Pada kesempatan ini tempat yang dikunjungi adalah tempat Bapak Raharjo. Disini kita bisa menemukan berbagai macam kerajinan yang merupakan olahan dari bambu dan klem. Pak Raharjo telah menjalankan usaha kerajinan bambu selama puluhan tahun, sedangkan untuk yang klem baru sekitar 5 tahun. Kerajinan yang sering dibuat oleh Pak Raharjo diantaranya adalah tampah dan keranjang tas. Bahan bambu yang digunakan biasanya mengambil dari Magelang, sedangkan untuk klem biasanya bahan tersebut didapat dari sisa limbah pabrik. Adapun kisaran harga yang ditawarkan, untuk tampah ditawarkan dengan harga Rp, 6000,-  jika kita membeli langsung di sentra kerajinan tersebut, sedangkan untuk harga tampah di pasaran Rp 10000,- . Untuk keranjang  yang berbahan dari klam harga yang dipatok di pasaran sekitar Rp 17000,- hingga  Rp 18000,- . Di tempat ini juga menerima pesanan dari luar kota hingga luar negeri.

Hasil Anyaman Bambu

Hasil Kerajinan menggunakan klem

Jamu Cὂrὂ

Salah satu potensi unggulan yang cukup terkenal di desa Rejosari selain kerajinan anyaman adalah Jamu Coro. Coro yang dimaksud disini bukanlah hewan kecoak yang merupakan serangga. Asal mula disebut jamu coro, ketika akan menuangkan ke wadah (tempat untuk meminum jamu)  menggunakan corong dan dari itulah masyarakat sering menyebutnya sebagai Jamu Coro. Nama lain Jamu Coro itu adalah Jamu Jun (sebutan dari daerah Purwodadi), atau  Jamu Buyung. Untuk membuat jamu coro ini diperlukan bahan-bahan diantaranya ada tepung beras, gula jawa, kelapa, jahe, mrica, jinten hitam, adas pulosari, pekak, sereh, daun jeruk dan pandan. Dari semua bahan itu bisa digunakan untuk membuat jamu coro sebanyak satu klenting. Cara membuat jamu coro yang dilakukan Ibu ngatini (salah satu penjual) sangat sederhana dan hanya menggunakan tungku. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat jamu coro ini ± 1/2 jam. Biasanya untuk menjual jamu coro, Ibu Ngatini memasukkannya ke dalam wadah yang diberi nama klenting. Untuk masalah harga sangat terjangkau, biasanya dijual dengan harga Rp1000,- hingga Rp2000,-. Jamu ini sangat digemari oleh warga Rejosari, dari anak-anak hingga orang tua.

 

Jamu Coro dalam Wadah Klenting

 

Cara Menyajikan Jamu Coro

Jaranan “Yuppi Jawa”

Jaranan merupakan salah satu potensi unggulan yang terdapat di Desa Rejosari kecamatan Karang Tengah, Demak, Jawa Tengah. Makanan ini mempunyai aneka warna dan aneka bentuk serta tekstur yang kenyal. Kekenyalan makanan ini karena campuran dari bahan- bahan seperti: tepung beras, gula, tepung pasir, pewarna makanan, dan vanili. Walaupun bahan yang digunakan tanpa bahan pengawet namun jaranan dapat bertahan selama 2 hari. Yupi jawa ini biasa di hidangkan dengan parutan kelapa atau santan manis yang lezat. Makanan enak nan lezat ini sangat terjangkau bagi semua kalangan. Jaranan ukuran kecil dijual seharga Rp 500 untuk 3 buah, ukuran sedang seharga Rp 500 untuk 2 buah, dan ukuran besar seharga Rp 1.000 untuk 3 buah.

                     Aneka Kreasi dari Jaranan

 

Hasil Jadi dari Jaranan

Krupuk Bawang

Krupuk merupakan makanan yang tidak asing bagi warga Indonesia. Aneka macam krupuk sudah beredar diseluruh Indonesia sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. Krupuk yang bertekstur krispi membuat setiap orang menyukai makanan ini karena dapat digunakan sebagai camilan atau pelengkap saat makan. salah satu sentra pembuatan krupuk berada di Dukuh Bilutan, Desa Rejosari, Kecamatan Karang Tengah, Demak, Jawa Tengah. Krupuk yang dihasilkan oleh sentra ini adalah Krupuk Bawang yang berbahan dasar: Gandum, Pati, air, bawang, ketumbar, penyedap rasa, terasi, dan garam. Krupuk yang dihasilkan sentra ini termasuk makanan yang murah meriah yang terjangkau untuk semua kalangan. Harga per 100 buah seharga Rp 38.000 namun biasa di ecerkan seharga Rp 500/buah.

 

Adonan membuat Krupuk Bawang

Cara Memasak Adonan Krupuk Bawang

Hasil Jadi Krupuk Bawang.

WEBSITE DESA : 

 

http://rejosari-karangtengah.desa.id/