KBRN, Jakarta : Indonesia menjadi penyumbang hampir dua per tiga angka kematian akibat virus corona (COVID-19) di wilayah Asia Tenggara. Indonesia juga menjadi negara yang paling banyak mencatat kematian akibat virus corona di kawasan ini.
Data terakhir, Kamis (11/6/2020) yang diambil dari covid19.go.id mengatakan jika kasus virus corona di Indonesia mencapai 34.316 kasus dengan korban meninggal sebanyak 1.959 jiwa.
Jumlah tersebut membuat Indonesia menyumbang 61,31 % kematian akibat virus corona di antara 10 negara ASEAN. Secara total, wilayah Asia Tenggara telah mencatat 3.195 kematian akibat virus corona.
Indonesia memang bukanlah negara yang paling banyak kasus virus corona di Asia Tenggara. Data dari Worldometer menunjukan, Singapura menjadi negara dengan kasus terbanyak COVID-19 dengan 38.284 kasus di kawasan ini.
Namun, Singapura hanya mencatat 25 kasus kematian akibat virus corona hingga hari ini. Catatan tersebut membuat Singapura hanya memiliki tingkat kematian sebesar 0,06 % dari total kasus yang ada, jauh lebih kecil ketimbang Indonesia yang punya tingkat kematian mencapai 5,7 % hingga periode waktu yang sama.
Dengan angka kematian ini, membuat Indonesia menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi akibat virus corona di Asia Tenggara. Di bawah Indonesia, terdapat Filipina yang menjadi negara dengan tingkat kematian kedua tertinggi dengan catatan 1.027 kematian dari 23.732 kasus, atau sebesar 4,32 %.
Bahkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara belum mencatat kematian akibat virus corona di negaranya. Diantaranya Vietnam dengan 332 kasus, Kamboja dengan 125 kasus, dan Laos dengan 19 kasus.
Selain itu terdapat 4 negara di kawasan ini yang memiliki tingkat kematian dibawah 2 %. Seperi Malaysia dengan 118 kematian dari 8.338 kasus, Thailand dengan 58 kematian dari 3.125 kasus, Myanmar dengan 6 kematian dari 248 kasus, dan Brunei dengan 2 kematian dari 141 kasus.
Sumber : rri.co.id