MERAIH SEGUDANG MANFAAT DENGAN SEGELAS JAMU CORO

Demak, Agustus 2022- Jamu, minuman tradisional khas Indonesia yang sarat akan rempah-rempah, kini semakin digemari mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Ada berbagai jenis jamu yang bisa dipilih, mulai dari jamu beras kencur, kunyit asam, temulawak, dan masih banyak lagi. Namun, ada satu jamu yang bisa dibilang unik namanya dan hanya bisa dijumpai di Demak yaitu jamu coro. Jamu coro merupakan minuman tradisional khas Demak yang sudah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman Kesultanan Demak Bintoro. Jamu coro ini tidak hanya ditemukan di Demak saja, tetapi juga dapat dijumpai di daerah sekitar Demak seperti Pati, Jepara, dan Kudus. 

Berbeda dengan jamu pada umumnya, jamu coro memiliki tekstur yang creamy dan lembut layaknya bubur. Kombinasi rempah disertai dengan bahan lain seperti santan, gula aren, dan tepung beras membuat jamu coro memiliki rasa yang manis, gurih, dan memberikan sensasi hangat yang menyenangkan dan menenangkan. Dengan demikian, maka tidak mengherankan jika jamu coro banyak digandrungi oleh masyarakat , karena slot gacor dapat  menjaga kesehatan tubuh. Lantas siapa pembuat jamu ini?, Apa sejarah dari Jamu Coro? Bahan apa yang digunakan? Bagaimana cara membuatnya?

Pada pertengahan abad ke 15 , eksistensi Kerajaan Demak mulai pudar, kotornya politik internal dalam kerajaan menyebabkan kekuasaan Kerajaan Demak mulai runtuh satu persatu. Seorang Abdi dalem kerajaan bernama KI Ageng Kakibalar, memutuskan untuk keluar dan menyebarkan keahliannya dibidang agama. Dalam perjalanan dakwahnya beliau mengembangkan minuman khas kerajaan demak yaitu Jamu Coro, sembari menjadi media dalam penyebaran dakwah Islam. Turun temurun hingga kini, Jamu coro terjaga keasliannya, terutama pada Dusun Tegalsari sebagai produsen utama di Desa Rejosari. Jamu Coro menjadi identitas yang kuat bagi masyarakat Dusun Tegalsari , Desa Rejosari.

Jamu coro terbuat dari 13 rempah pilihan yang masing-masing memiliki khasiat yang berbeda. Berikut ini adalah rempah-rempah pilihan penyusun jamu coro:

  1. Jahe
  2. Serai 
  3. Daun pandan
  4. Daun Jeruk
  5. Kayu Manis
  6. Cengkih 
  7. Adas
  8. Ketumbar
  9. Kapulaga
  10. Bunga Lawang
  11. Cabe Jawa
  12. Merica
  13. Jinten Hitam

Kombinasi berbagai rempah tersebut tentu membuat jamu coro dapat memberikan banyak khasiat kesehatan cukup dalam satu kali tegukan dengan cara yang murah dan mudah. Apa saja khasiat dari setiap bahan tersebut? Lantas bagaimana cara membuatnya? Teman-teman Jamu bisa mengakses link Booklet Jamu Coro ya

“Booklet Jamu Coro,  Jamunya Kota Wali”: https://bit.ly/BookletJamuCoro

KEGIATAN POSBINDU DI DESA REJOSARI

Demak, Agustus 2022 – Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular terintegrasi serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu.

Pada tanggal 29 Juli 2022, mahasiswa KKN-PPM UGM bersama Puskesmas Karangtengah dan bidan serta kader kesehatan desa mengadakan kegiatan POSBINDU yang terdiri dari penyuluhan dan cek kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Rejosari dihadiri oleh 60 orang lansia yang berasal dari 4 pedukuhan di Desa Rejosari, yaitu Dukuh Bilutan, Babadan, Dalasem, dan Tegalsari.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan hipertensi pada lansia karena slot maxwin permasalahan kesehatan prioritas yang terdapat pada lansia di Desa Rejosari adalah hipertensi. Pasien lansia relatif memiliki tekanan darah yang cukup tinggi. Dewasa normal memiliki tekanan darah berkisar kurang lebih 120/80 mmHg. Sementara untuk lansia selama masih dibawah 140/90 mmHg masih dikategorikan batas aman. Perlu diberikan edukasi untuk memperbaiki pola hidup karena pada angka tersebut memiliki potensi hipertensi yang besar. Penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa Gizi Kesehatan mengenai pengaturan diet yang tepat untuk penderita hipertensi, lalu dilanjut penyuluhan oleh mahasiswa Farmasi mengenai penggunaan obat antihipertensi. Setelah dilakukan penyuluhan hipertensi, para lansia diajak untuk melakukan senam peregangan selama kurang lebih 5 menit. Senam peregangan ini bermanfaat untuk membantu mengurangi risiko terjadinya stroke pada seseorang yang menderita penyakit diabetes dan hipertensi. Gerakan senam dipilih yang sederhana agar tidak menyulitkan lansia. Senam ini dipandu langsung oleh mahasiswa KKN-PPM UGM.

Setelah dilakukan penyuluhan hipertensi dan senam, kegiatan dilanjutkan dengan cek kesehatan pada lansia. Cek kesehatan pada lansia dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyakit karena pada usia lanjut terjadi kemunduran sel-sel akibat proses penuaan yang dapat berakibat pada kelemahan organ, kemunduran fisik, dan timbulnya berbagai macam penyakit terutama penyakit degeneratif. Rangkaian cek kesehatan yang dilakukan terdiri dari pendaftaran, pemeriksaan fisik (pengukuran tekanan darah, lingkar pinggang, berat badan, tinggi badan), pemeriksaan biokimia (tes gula darah, tes dahak), serta pemberian konseling dan rujukan. Cek kesehatan sebagai penutup kegiatan posbindu berlangsung dengan lancar hingga waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB.

KEGIATAN BERSIH-BERSIH SUNGAI DI DESA WONOWOSO

Demak, Agustus 2022 – Kegiatan pembersihan sungai merupakan salah satu usaha untuk menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat.  Desa Wonowoso dialiri sungai yang cukup panjang. Adanya pemukiman warga di sekitar sungai dapat mempengaruhi keadaan sungai, seperti aktivitas yang dapat menimbulkan sampah. Apabila hal tersebut tidak dikelola dengan baik, sampah akan menumpuk dan menimbulkan efek yang kurang baik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 7 Agustus 2022  di beberapa titik dengan mengambil sampah yang menggenang atau sampah yang berada di sekitar sungai.  Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-PPM UGM 2022 bekerjasama dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat.

Pembersihan sungai bertujuan untuk mencegah banjir, mengurangi bau tidak sedap akibat endapan sampah, serta mengurangi sampah. Pembersihan sungai harus dilakukan dikarenakan berdekatan dengan lingkungan masyarakat. Sampah yang dikumpulkan, dibuang ke pusat pembuangan sampah yang berada di pinggir lapangan Desa Wonowoso. Sebagai langkah mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan sungai, mahasiswa KKN-PPM UGM juga memasang spanduk ajakan untuk menjaga sungai.

Kondisi sungai setelah dan sebelum dibersihkan: