PEMBERDAYAAN ANAK-ANAK SD DALAM KEGIATAN BERKEBUN DAN MENJAGA LINGKUNGAN DI SD NEGERI DUKUN 1

Demak, Juli 2022 – Pada Jumat, 22 Juli 2022, Mahasiswa KKN UGM bersama para siswa SDN Dukun melaksanakan kegiatan berkebun dan kebersihan lingkungan di SD N 1 Dukun. Melihat potensi tanah yang subur dan tersedianya lahan serta media tanam, siswa SD diajak untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Kali ini, mahasiswa KKN berbagi ilmu tentang bagaimana menanam sayur sawi dan bayam dengan metode vertikultur. Perlu diketahui, vertikultur merupakan sistem budidaya pertanian dengan metode bertingkat atau vertikal. Metode ini dapat menghemat ruang dan lahan pertanian.

siswa mengambil pot yang dari botol plastik yang sudah disiapkan

Untuk melakukan vertikultur, mahasiswa dan siswa memanfaatkan botol plastik bekas yang telah dipotong dan dilubangi. Botol diisi dengan media tanam yaitu tanah yang telah dicampur pupuk kandang yang sebelumnya telah dibuat.

Sayur yang ditanam oleh para siswa berupa benih sawi dan bayam. Selain itu, siswa SD dijelaskan tahapan–tahapan untuk menanam sayur mulai dari mempersiapkan alat bahan, media tanam, penanaman, hingga perawatan. Tak lupa, siswa diberikan ilmu mengenai manfaat sayur yang ditanam.

Adapun manfaat sayur sawi antara lain:

  1. Sumber vitamin A yang dapat mencegah penurunan fungsi makula mata
  2. Bermanfaat untuk mencegah kanker karena dapat menonaktifkan zat karsinogen.
  3. Bermanfaat untuk ibu hamil karena mengandung folat dalam pembentukan sel darah merah.
  4. Menurunkan risiko penyakit jantung
  5. Meredakan peradangan kronis
  6. Mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan

Adapun manfaat sayur bayam antara lain:

  1. Mengurangi dan mencegah stres oksidatif
  2. Membantu mencegah kanker
  3. Mengatasi diabetes terutama tipe 1 dan 2
  4. Menurunkan tekanan darah
  5. Baik untuk memenuhi zat besi bagi ibu hamil
  6. Menurunkan berat badan karena menekan nafsu makan
  7. Meningkatkan kesehatan mata
  8. Meredakan risiko serangan asma

Setelah semua kegiatan penanaman sayur selesai, siswa diajak menempatkan vertikultur yang telah dibuat di tempat-tempat strategis sehingga mudah dirawat.

Sumber:

https://katadata.co.id/iftitah/berita/6176426c81e5b/6-manfaat-sawi-hijau-untuk-kesehatan-mengandung-antioksidan 

https://katadata.co.id/iftitah/berita/6176255541b21/8-manfaat-sayur-bayam-untuk-kesehatan-dan-cara-memasak-yang-tepat 

EDUKASI POLA HIDUP SEHAT PADA SISWA SD NEGERI WONOWOSO 1

Demak, Juli 2022 – Hidup sehat merupakan hal terpenting dalam mendukung perkembangan anak. Dengan mengajarkan hidup sehat kepada anak, dapat membantu membentuk badan yang sehat serta pertumbuhan yang optimal. Beberapa faktor pendukung dalam hidup sehat adalah mengonsumsi makanan sehat seta berolahraga.  Kebiasaan hidup sehat harus senantiasa diterapkan pada anak sejak dini, sehingga anak akan selalu mempertahankan kebiasaan tersebut hingga dewasa.

Mahasiswa KKN PPM UGM mengajak siswa kelas 6 SD Negeri Wonowoso 1 untuk menerapkan pola hidup sehat dengan senam dan edukasi jajan sehat. Kegiatan tersebut terlaksana pada Rabu, 27 Juli 2022. Anak-anak terlihat antusias dan semangat mengikuti berbagai macam senam. Terdapat empat macam senam yang dipraktikan sepanjang kegiatan berlangsung. Setelah pelaksanaan  senam sehat, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi jajan sehat.

Edukasi melalui card game

Makanan menjadi pendukung utama dalam pemberian asupan energi dan gizi bagi anak usia sekolah. Kandungan dalam makanan perlu diperhatikan mengingat aktivitas anak yang tinggi.  Sehingga sehat dan tidaknya kandungan pada makanan akan berpengaruh kepada anak.  Edukasi jajan sehat berfokus pada makanan sehat serta makanan yang harus dibatasi. Untuk memudahkan pemahaman anak terhadap jajan sehat, maka digunakanlah card game. Anak-anak dipersilakan untuk mengelompokkan gambar makanan ke dalam kategori yang telah disediakan.


YUK, KENALI DAN CEGAH STUNTING!

Demak, Juli 2022 – Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kurang akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi sejak di dalam kandungan dan dapat terdeteksi saat usia 2 tahun.

Sebagian besar masyarakat mengira bahwa penyebab anak mengalami stunting hanya karena faktor genetik. Namun, faktor lain seperti terkena penyakit infeksi, asupan makanan kurang, kurangnya kebersihan lingkungan, tidak diberi ASI eksklusif, serta status gizi ibu yang rendah dapat mempengaruhi risiko stunting pada anak.

Sebagai upaya membantu program Demak terbebas dari gizi buruk dan stunting serta mempertahankan penurunan angka stunting di Demak, KKN-PPM UGM 2022 Unit JT-067 Karangtengah melaksanakan program edukasi stunting. Kegiatan tersebut diadakan di posyandu Balita Pos Daun Lor, Wonowoso, Karangtengah, Demak. Kegiatan edukasi pengenalan serta pencegahan stunting diisi dengan penjelasan terkait faktor risiko stunting, ciri-ciri anak stunting, dampak stunting, serta pencegahan stunting.

Edukasi tersebut berjalan lancar dan disambut antusias oleh ibu balita dengan adanya sesi tanya jawab serta diskusi. Bahkan, acara tersebut juga dibantu langsung oleh Bidan Desa dengan memperdalam edukasi terkait stunting dan pola hidup bersih.