BERANDA

SOSIALISASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN SERTA BRANDING MINUMAN PROBIOTIK KOMBUCHA BERSAMA IBU PKK DESA DUKUN

Posted on

Demak, Agustus 2022 – pada 29 Juli 2022 lalu, bertempat di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, telah dilaksanakan sosialisasi dan praktik pembuatan minuman probiotik kombucha. Kombucha merupakan hasil fermentasi teh dan gula oleh SCOBY atau symbiotic culture of bacteria and yeast. Disebut minuman probiotik karena mengandung beberapa viamin yaitu B2, B3, B6 dan C serta asam kaprilat, asam asetat, asam glukoronat dan asam laktat.

                    

Adapun manfaat dari kombucha sendiri yaitu :

  1. menjaga kesehatan saluran pencernaan
  2. menjaga tubuh dari serangan kanker
  3. menurunkan kadar gula darah dalam tubuh
  4. mengurangi risiko tubuh terkena penyakit jantung dan ginjal
  5. melindungi tubuh dari racun yang masuk ke dalam tubuh
  6. meningkatkan metabolisme tubuh
  7. meningkatkan imun tubuh
  8. memelihara kesehatan organ hati

Sosialisasi ini dilakukan bersamaan dengan praktik pembuatan kombucha. Pada praktik pembuatan kombucha ini, kami menunjukkan alat dan bahan yang digunakan meliputi toples kaca,Scoby, gula pasir, teh hitam/teh hijau, saringan, corong, kain penutup, tali dan air mineral. Selain itu, kami juga menunjukkan tahapan-tahapan pembuatannya yang lebih lengkapnya dapat diakses pada brosur di bawah ini :

 

Serta telah diadakan pula sosialisasi tentang kewirausahaan, tepatnya terkait dengan pengenalan istilah branding. Branding merupakan salah satu cara pemasaran suatu produk yang dilakukan dengan memberikan logo, simbol, nama, serta kemasan (package) tertentu yang mampu membedakan suatu produk dengan produk lainnya. 

 

Strategi ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya:

  • Sebagai bentuk pembeda antara produk yang satu dengan produk lainnya, meskipun dalam satu jenis yang sama.
  • Memberikan daya tarik bagi konsumen untuk membeli produk tersebut.
  • Membangun citra (nama) baik produk di benak konsumen.
  • Sebagai bentuk penciptaan persepsi konsumen terhadap produk yang mudah diingat oleh mereka.

 

 

Sosialisasi ini dilakukan dengan menunjukkan praktik branding pada proses pengemasan (packaging) dan logo pada minuman probiotik Kombucha. Pada praktik branding Kombucha ini, kami menunjukkan pembuatan logo sebagai simbol produk Kombucha yang merupakan salah satu bentuk branding. Selain itu, kami menunjukkan tata cara pengemasan produk menggunakan botol plastik yang sesuai dengan karakter produk sehingga package tersebut tidak hanya berfungsi sebagai branding, tetapi juga berperan sebagai pelindung.

 

 

BERANDA

BUKU DAN VIDEO PROFIL DESA DUKUN

Posted on

Demak, Agustus 2022 – Lima puluh hari pengabdian KKN-PPM UGM 2022 akan berakhir pada Sabtu, 13 Agustus 2022. Sebagai bentuk pengabdian serta kenang-kenangan kepada masyarakat desa Dukun, Tim Sub Unit Dukun mempersembahkan buku dan video profil desa yang dapat diakses melalui link sebagai berikut:

 

Video Profil :

Video Profil Desa Dukun

Buku Profil :

Buku Profil Desa Dukun

 

BERANDA

PEMANFAATAN KOTORAN AYAM MENJADI PUPUK KANDANG

Posted on


Demak, Agustus 2022 –
Potensi ternak ayam di Desa Dukun merupakan potensi besar yang memberikan banyak manfaat bagi warga desa, terkhusus kepada para peternak. Ternak ayam ini menghasilkan ayam pedaging yang dapat dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan daging ayam di berbagai daerah. Namun, potensi ternak ayam ini tentunya menghasilkan sisa atau residu ternak berupa kotoran ayam.

Bapak Sukono sebagai salah satu pemilik kandang ternak ayam menyampaikan bahwa kotoran ayam tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kandang organik yang dapat menyuburkan tanah. Akan tetapi, sampai sekarang ini, kotoran ayam itu masih dikirim ke luar daerah Demak untuk diolah menjadi pupuk kandang. Oleh karena itu, bersama warga, mahasiswa KKN UGM membuat pupuk kandang tersebut dari kotoran ayam.

Pembuatan pupuk kandang dari kotoran ayam ini cukup mudah. Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:

  1. Kotoran ayam 1 karung (25 kg)
  2. Larutan EM4 1 botol
  3. Molase 1 botol (1 liter)
  4. Karung atau terpal
  5. Pengaduk atau sarung tangan

Proses pembuatan pupuk kandang dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

  1. Mencampurkan larutan EM4 dan Molase dengan perbandingan 1:1 dalam satu wadah yang kemudian didiamkan selama kurang lebih 24 jam agar bereaksi.
  2. Menuangkan larutan tersebut ke kotoran ayam yang telah disiapkan di atas terpal atau karung
  3. Mengaduk larutan yang telah tercampur kotoran ayam dengan hingga merata kemudian campuran tersebut ditutup rapat untuk mempercepat pengomposan
  4. Mengaduk secara rutin setiap 1-3 hari sekali untuk mengeluarkan gas amonia yang terbentuk dari hasil pengomposan
  5. Tunggu sampai kurang lebih 1 bulan agar pupuk dari kotoran ayam jadi
  6. Setelah itu, pupuk kandang siap digunakan untuk penambah nutrisi tanah

Diharapkan pupuk kandang yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN dapat diteruskan oleh para warga desa sehingga dapat digunakan untuk menyuburkan tanah.

KKN-PPM UGM 2022

BUKU DAN VIDEO PROFIL DESA WONOWOSO

Posted on

Demak, Agustus 2022 – Lima puluh hari pengabdian KKN-PPM UGM 2022 akan berakhir pada Sabtu, 13 Agustus 2022. Sebagai bentuk pengabdian serta kenang-kenangan kepada masyarakat desa Wonowoso, Tim Subunit Wonowoso mempersembahkan buku dan video profil Wonowoso yang dapat diakses melalui link sebagai berikut:

Buku Profil Desa Wonowoso 2022

Video Profil:
https://drive.google.com/file/d/1An95ixlnJCZCHd-IFPNVi8-39mIxJSXh/view?usp=drivesdk

BERANDA

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA WONOWOSO BERSAMA KKN-PPM UGM

Posted on

Demak, Agustus 2022 – Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan berkumpul bersama Karang Taruna Desa Wonosowo untuk mengadakan edukasi budidaya mikroalga di lahan sempit, edukasi ternak cupang mudah, serta edukasi landscaping pekarangan rumah pada Karang Taruna. Kegiatan tersebut diadakan pada 6 Agustus 2022 bertempat di Balai Desa Wonowoso.

Berdasarkan observasi yang dilakukan, rumah-rumah warga Desa Wonowoso masih memiliki pekarangan yang cukup luas sehingga dapat dimanfaatkan. Salah satu bentuk pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah landscaping pekarangan. Lanskap sering diartikan sebagai taman. Perancangan taman perlu dilakukan pemilahan dan penataan secara detail pada elemen-elemennya, agar taman dapat berfungsi maksimal dan estetik. Apabila pemanfaatan landscaping pekarangan berjalan dengan baik, maka akan memunculkan berbagai manfaat berupa peningkatan perekonomian masyarakat sekitar, meningkatkan konservasi lingkungan, atau sekadar meningkatkan ilai estetika dan keindahan alam.

Selain pemanfaatan landscaping pekarangan, hal yang dapat dilakukan pada bidang terbatas adalah budidaya mikroalga. Mikroalga merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang memiliki kemampuan fotosintesis menggunakan sinar matahari dan karbon dioksida serta menghasilkan biomassa dan oksigen. Mikroalga dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi, minyak, produk pangan, produk medika, dan produk bioremediasi.

Sementara itu, sebagaimana yang tekah diketahui bahwa ikan cupang saat ini dibudidaya bukan sekadar menyalurkan hobi, namun menjadi sumber rintisan usaha. Edukasi ikan cupang dipilih karena ikan cupang merupakan jenis ikan hias air tawar yang cukup terkenal, indah, dan mudah dirawat. Ikan cupang memiliki kelebihan bertahan tanpa adanya suplai oksigen secara langsung sehingga dapat bertahan hidup dalam air yang tidak diberi aerasi. Pada rangkaian terakhir acara bersama karang taruna diadakan sesi kuis yang diramaikan dengan pembagian hadian berupa sepasang ikan cupang bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar.

KKN-PPM UGM 2022

ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN PERTAMBAKAN

Posted on


Demak, Agustus 2022 –
Pertanian merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

Desa Wonowoso merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak potensi alam yang mampu dikembangkan, salah satunya adalah pada sektor pertanian. Terdiri dari subsektor tanaman pangan, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Sektor pertanian mempunyai peran besar dalam menunjang kehidupan masyarakat Desa Wonowoso. Aset alam yang banyak tersedia seperti air membuat kecamatan ini banyak dibuat persawahan yang mayoritas menanam padi dan hortikultura. Hasil yang didapat sebelum lahan sawah tergenang dapat berupa bawang merah, padi, cabai, dan terong. Akan tetapi, pada dua tahun terakhir masyarakat Desa Wonowoso mulai mengalihkan usaha tani menjadi usaha perikanan dengan mengubah sawah menjadi kolam ikan. Hal ini dikarenakan naiknya permukaan air laut yang menyebabkan lahan sawah menjadi tergenang. Keadaan tersebut dapat merubah yang berawal dari petani menjadi usaha pertambakan. Kerugian lahan sawah menjadi pertambakan adalah masuknya air asin komposisi tanah menjadi tidak bagus karena  menyerap ion-ion zat hara seperti magnesium, kalsium, dan kalium dan tekanan osmotik terhadap tanaman, jadi tahap pertumbuhan tidak bagus. Kelebihan lahan sawah adalah salinitas tinggi cocok dipelihara ikan air payau dan dapat menjadi sentra produksi perikanan  

Perikanan terfokus pada segala kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Dengan merubah menjadi perikanan bisa menjadi sumber penghasilan dan dapat mengubah mata pencaharian. Hasil yang didapat dari pertambakan adalah ikan nila, ikan gabus, dan udang.

BERANDA

PERKEMBANGAN TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA WONOWOSO, KECAMATAN KARANGTENGAH, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH

Posted on

Demak, Agustus 2022 – Kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah menjadi tempat untuk berkebun telah banyak dilakukan masyarakat sejak pandemi bermula. Selain untuk mengisi waktu luang daripada berdiam diri di rumah, berkebun di pekarangan juga bermanfaat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Jenis komoditas yang banyak ditanam di pekarangan rumah yaitu komoditas hortikultura. Hortikultura merupakan cabang ilmu pertanian yang membahas mengenai tanaman buah, sayur, dan tanaman hias. Kata hortikultura berasal dari bahasa latin yakni hortus yang diartikan sebagai taman dan colere yang artinya untuk menumbuhkan.

Jenis tanaman hortikultura yang banyak ditanam masyarakat di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak yaitu tanaman terong dan cabai. Tanaman terong (Solanum melongena L.) merupakan tanaman semusim yang termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman terong dapat tumbuh hingga ketinggian 40–150 cm. Memiliki daun dengan panjang 10–20 cm dan lebar 5–10 cm. Tanaman terong dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dengan ketinggian 0–1200 mdpl. Tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman terong adalah tanah lempung dan memiliki kandungan unsur hara yang cukup. Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman terong antara 25–30° C. Berbagai jenis terong yang dibudidayakan di Indonesia yaitu terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan, dan terong jepang.

Jenis tanaman lain yang banyak dibudiayakan di Desa Wonowoso yaitu tanaman cabai. Tanaman cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman perdu yang termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman cabai dapat tumbuh pada dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian tempat 0-1250 mdpl. Tanaman cabai dapat tumbuh hingga ketinggian 120 cm. Suhu udara yang cocok bagi pertumbuhan tanaman cabai berkisar antara 18–30° C. Kelembaban udara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman cabai yaitu antara 60–80%. Kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanman cabai yaitu tanah lempung berpasir dengan derajat keasaman (pH) antara 6–7. Berbagai jenis cabai yang banyak ditanam di Indonesia yaitu cabai merah besar, cabai keriting, cabai rawit, dan cabai hijau besar.

Dalam perkembangannya, komoditas hortikultura memiliki berbagai manfaat terutama bagi masyarakat Desa Wonowoso. Tanaman terong yang ditanam di Desa Wonowoso dapat digunakan sebagai bahan makanan sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Tanaman terong memiliki berbagai kandungan gizi seperti protein, karbohidrat, serat, lemak, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan magnesium. Tanaman terong juga memiliki manfaat untuk kesehatan antara lain dapat menekan risiko penyakit jantung, mencegah penyakit diabetes, menurunkan berat badan, dan melancarkan sistem pencernaan. Sedangkan tanaman cabai yang ditanam oleh masyarakat Desa Wonowoso dapat digunakan sebagai bahan tambahan masakan. Tanaman cabai juga memiliki kandungan gizi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B6, protein, karbohidrat, dan lemak. Manfaat yang dimiliki tanaman cabai bagi kesehatan yaitu tanaman cabai dapat digunakan sebagai penghilang rasa sakit, detoksifikasi, penurun berat badan, melancarkan pernapasan, dan mencegah penyakit jantung.

BERANDA

INTRUSI AIR ASIN KE LAHAN TANI DESA WONOWOSO, MEMBUKA PELUANG PENERAPAN MINA PADI DAN SURJAN SEBAGAI BENUK ADAPTASI KONDISI

Posted on

Demak, Agustus 2022 – Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 melakukan observasi dan analisis isu pertanian yang terjadi di Desa Wonowoso yakni desa yang berada di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN-PPM UGM. Desa Wonowoso merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Desa ini dikenal sebagai kawasan yang cukup ramai karena dilewati oleh Jalan Nasional Rute 1 atau dikenal juga dengan Jalur Pantai Utara (Pantura). Selain itu, daerah Desa Wonowoso juga dikenal sebagai rute wisata karena di arah barat laut terdapat lokasi wisata di Desa Tambakbulusan. Secara potensi dalam bidang agro, Desa Wonowoso memiliki luas lahan pertanian yang cukup luas. Meskipun termasuk daerah yang ramai lalu lintas, tetapi kegiatan bercocok tanam masih terus berlanjut dan lahan pesawahan masih sangat luas. Akan tetapi, potensi agro yang dimiliki oleh Desa Wonowoso kini terancam oleh intrusi air laut yang mengakibatkan meningkatknya permukaan air laut terlebih saat terjadi air rob.

Lahan Pertanian di Desa Wonowoso yang Mulai Mengalami Kerusakan Akibat Intrusi Air Asin (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kenaikan permukaan air laut mengakibatkan sebagian besar wilayah pertanian terutama pesawahan di Wonowoso terendam oleh air payau yang datang akibat terjadinya intrusi air laut. Dampak buruk yang dirasakan masyarakat terlebih para petani dari terjadinya intrusi laut ini adalah kegagalan panen secara masif di berbagai macam komoditas pertanian yang ditanam di area terdampak kenaikan air laut di Desa Wonowoso. Kegagalan panen tersebut diakibatkan oleh naiknya kadar garam atau salinitas air di wilayah pertanian. Menurut Hendri dan Saidi (2020), salinitas merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Kenaikan salinitas air merupakan hal sensitif yang bagi sebagian besar tanaman pertanian. Kenaikan salinitas ini mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman di berbagai fase, baik di fase perkecambahan, pertumbuhan benih, vegetatif, dan generatif karena efek osmotik dan toksik ion garam. Unsur ion Na (Natrium) yang terdapat pada air dengan tingkat salinitas yang tinggi juga mengakibatkan menurunnya ketersediaan kandungan unsur hara dalam tanah seperti Ca (Kalsium), Mg (Magnesium), dan K (Kalium). Oleh karena itu, perlu dilakukan alih fungsi lahan agar wilayah pertanian yang sudah mulai tidak produktif ini dapat tetap memberikan manfaat dan menjadi ladang mencari nafkah bagi masyarakat setempat yang salah satunya adalah dengan membudidayakan ikan.

Kondisi wilayah pertanian yang semakin terendam air payau dapat dilihat sebagai peluang karena semakin tersedianya sumber daya air di wilayah Desa Wonowoso, meskipun air tersebut membawa dampak buruk bagi sektor pertanian. Salah satu peluang yang muncul dari kondisi ini adalah peluang untuk meningkatkan potensi perikanan. Wilayah pertanian dengan air menggenang yang melimpah dapat digunakan untuk pembuatan sistem pertanian yang terintegrasi dengan perikanan, contohnya adalah mina padi. Mina padi adalah metode pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman padi untuk meningkatkan produktiitas lahan dan efisiensi pengunaan lahan yang tersedia (Lestari dan Bambang, 2017). Sistem pertanian mina padi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sistem pertanian biasa yaitu selain dapat memanen padi juga dapat memanen ikan, hama dalam tanaman dapat dibasmi oleh ikan, dan feses ikan yang dikeluarkan dapat menjadi pupuk bagi tanaman. Untuk kasus di lahan pertanian Desa Wonowoso, mina padi dapat dilakukan dengan memelihara ikan yang memiliki ketahanan salinitas yang tinggi, contohnya adalah komoditas unggul yakni ikan nila salin (Oreochromis niloticus).

Di samping dapat diterapkan sistem pertanian mina padi, sistem surjan juga dapat menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan lahan pertanian yang terendam air payau di Desa Wonowoso. Sistem surjan adalah sistem pertanian dengan cara menerapkan perbedaan ketinggian lahan untuk menanam jenis komoditas tanaman yang berbeda untuk mengakali lahan pertanian yang terendam oleh air. Disebut dengan surjan karena sistem pertanian ini memiliki pola tanam yang mirip dengan lurik pada baju surjan (Danarto, 2019). Lahan bagian atas biasanya ditanami dengan tanaman palawija, hortikultura, dan tanaman perkebunan. Sedangkan, lahan bagian bawah dapat ditanami dengan padi. Dengan adanya sistem pertanian mina padi dan surjan, maka selain dapat melakukan diversifikasi produksi, kegagalan total panen juga dapat dihindari karena terdapat komoditas yang tahan dan terhindar dari genangan air payau yang tengah melanda sebagian besar lahan pertanian di Desa Wonowoso sehingga apabila padi yang ditanam mengalami kegagalan panen, masih ada komoditas perikanan dan pertanian  lainnya yang masih bisa dinikmati dan dimanfaatkan.

 

Daftar Pustaka:

Danarto, H. 2019. Lahan Surjan, Kearifan Lokal yang Menguntungkan. https://dpkp.jogjaprov.go.id/baca/Lahan+Surjan%2C+Kearifan+Lokal+Yang+Menguntungkan/250719/2e30befd5970849746ed059fd44261974fcfc2aa18f80ef548b707869cb1515f37. Diakses 9 Agustus 2022.

Hendri, J. dan Busyra B. S. 2020. Pengaruh Ameliorasi Lahan yang Terkena Intrusi Air Laut terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020. 605 – 615.

Lestari, S. dan Aziz N. B. 2017. Penerapan Minapadi dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Proceeding Biology Education Conference. 14: 70 – 74.

 

BERANDA

BUKU PROFIL UMKM DESA DUKUN, KARANGTENGAH, DEMAK

Posted on

Demak, Agustus 2022 – Selama dua minggu pertama bulan Juli, tepatnya tanggal 3 – 16 Juli 2022 telah dilakukan survei terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Survei ini dilakukan oleh tim KKN UGM yang bertempatkan di Desa Dukun guna mengetahui pemetakan dan ragam usaha yang berkembang di Desa Dukun. 

Melalui survei tersebut, dapat diketahui bahwa umumnya terdapat 4 jenis usaha di Desa Dukun, yaitu usaha ternak, garmen, percetakan, dan minuman jamu. Usaha ternak umumnya berupa penyediaan lahan untuk kandang dan pembiakan ayam serta entok. Terkait perawatan dan pemasaran, pelaku usaha bermitra dengan perusahaan pengolahan daging tertentu. Untuk usaha jamu, mayoritas produksi jamu dilakukan secara tradisional dengan bahan-bahan alami tanpa pengawet. Jamu ini dipasarkan dengan berkeliling menggunakan sepeda atau digendong sehingga sering disebut jamu gendong. Selain itu, usaha garmen di Desa Dukun berbentuk pengolahan limbah kain perca menjadi kerajinan seperti bantal, tas, dan keset. Namun, ada juga jenis usaha garmen yang menghasilkan custom order tas berupa tas jahit. Jenis usaha terakhir adalah percetakan bernama Widia Offset dengan skala menengah yang mencetak kalender hingga buku pelajaran.

Hasil dari pemetakan ini akan dituangkan dalam suatu buku profil UMKM. Buku profil ini berguna untuk mengenalkan aneka usaha yang berkembang di Desa Dukun sehingga masyarakat dapat mengetahui ciri khas usaha Desa Dukun. Hal ini juga ditujukan agar masyarakat yang telah mengenal usaha di Desa Dukun akan tertarik dan berminat untuk membeli produk lokal tersebut.

LINK PDF BUKU PROFIL :

https://drive.google.com/file/d/1a9gxAFZccjNvLV73qqEFBxBXySz9yAHY/view?usp=sharing

BERANDA

CEK KESEHATAN BAGI LANSIA DI DESA DUKUN

Posted on

 

Demak, Agustus 2022 – Pemeriksaan atau cek kesehatan adalah salah satu hal yang perlu dilakukan siapa saja, baik yang dalam keadaan sehat maupun yang punya keluhan-keluhan tertentu. Pemeriksaan kesehatan menjadi semakin penting ketika sudah menginjak usia lanjut atau di atas 60 tahun. Proses penuaan yang terjadi menyebabkan lansia lebih rentan terhadap berbagai penyakit terutama penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan lain sebagainya.

Pada 29 Juli 2022, mahasiswa KKN-PPM UGM bersama Puskesmas Karangtengah dan bidan serta kader kesehatan desa mengadakan pemeriksaan kesehatan untuk lansia di Desa Dukun. Kegiatan dilaksanakan di rumah Kepala Desa dan dihadiri oleh 50 orang lansia. Kegiatan berlangsung selama 2 jam. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, tekanan darah, dan kadar gula darah. Di akhir pemeriksaan, lansia diberikan obat-obatan sesuai skrining hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan.

Sebagai bentuk upaya pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM) pada lansia, juga diadakan senam di akhir kegiatan. Senam yang dilakukan bertujuan untuk pencegahan stroke. Senam dipimpin langsung oleh mahasiswa KKN dan kader kesehatan desa. Berdurasi sekitar 5 menit, senam tersebut diikuti dengan semangat dan antusias oleh para lansia.