Membangun Budaya Antikorupsi di Kecamatan Karangtengah

Menuju Pemerintahan yang Bersih dan Melayani

Korupsi adalah musuh bersama yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tingkat lokal, korupsi bukan hanya soal kerugian negara, tetapi juga menghambat pelayanan publik dan menciptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan. Oleh karena itu, penting bagi setiap lini pemerintahan, termasuk Kecamatan Karangtengah, untuk membangun komitmen kuat dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

Peran Strategis Kecamatan dalam Pencegahan Korupsi

Sebagai bagian dari struktur pemerintahan daerah, Kecamatan Karangtengah memiliki peran strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Aparatur kecamatan adalah ujung tombak dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, hingga pembinaan terhadap desa-desa.

Untuk itu, penerapan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan integritas harus menjadi dasar dalam setiap aktivitas pemerintahan di lingkungan kecamatan.

Langkah-Langkah Antikorupsi di Kecamatan Karangtengah

Beberapa upaya yang dapat dan telah dilakukan untuk mendukung gerakan antikorupsi di Kecamatan Karangtengah antara lain:

  1. Transparansi Pelayanan Publik
    Pelayanan yang terbuka dan jelas, seperti informasi mengenai persyaratan dan biaya administrasi, akan meminimalisir peluang pungutan liar atau praktik suap.
  2. Penguatan Pengawasan Internal
    Melalui pembentukan Tim Pengendali Internal dan pelaporan kegiatan secara berkala, kecamatan memastikan bahwa seluruh aparatur bekerja sesuai aturan yang berlaku.
  3. Sosialisasi Nilai-Nilai Antikorupsi
    Kegiatan penyuluhan kepada perangkat desa dan masyarakat mengenai bahaya korupsi dan cara melaporkannya sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif.
  4. Pelayanan Digital Terintegrasi
    Pemanfaatan teknologi informasi untuk mengurangi tatap muka langsung dan mempercepat proses pelayanan merupakan salah satu strategi jitu untuk menekan potensi penyimpangan.
  5. Pelibatan Masyarakat dalam Pengawasan
    Masyarakat diberi ruang untuk memberikan masukan dan melakukan pengawasan terhadap pelayanan kecamatan melalui forum warga, kotak saran, dan kanal pelaporan.

Membangun Integritas, Menjadi Teladan

Integritas bukan hanya slogan, tetapi harus tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari aparatur kecamatan. Setiap pegawai di lingkungan Kecamatan Karangtengah diharapkan menjadi teladan dalam menjalankan tugas secara jujur, adil, dan bertanggung jawab.

Kepala Kecamatan Karangtengah, dalam berbagai kesempatan, menegaskan komitmennya untuk menciptakan birokrasi yang bersih dan profesional. Hal ini ditunjukkan dengan penerapan standar pelayanan, pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran, serta penindakan tegas terhadap oknum yang menyimpang.

Penutup

Korupsi bisa diberantas jika ada kemauan kuat dari semua pihak—pemerintah, aparatur, dan masyarakat. Kecamatan Karangtengah berkomitmen untuk menjadi zona integritas, tempat di mana pelayanan publik bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Mari bersama-sama kita jaga Kecamatan Karangtengah agar tetap bersih, transparan, dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya.“Bersama Lawan Korupsi, Wujudkan Pelayanan Publik yang Bersih dan Bermartabat.”

MERAIH SEGUDANG MANFAAT DENGAN SEGELAS JAMU CORO

Demak, Agustus 2022- Jamu, minuman tradisional khas Indonesia yang sarat akan rempah-rempah, kini semakin digemari mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Ada berbagai jenis jamu yang bisa dipilih, mulai dari jamu beras kencur, kunyit asam, temulawak, dan masih banyak lagi. Namun, ada satu jamu yang bisa dibilang unik namanya dan hanya bisa dijumpai di Demak yaitu jamu coro. Jamu coro merupakan minuman tradisional khas Demak yang sudah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman Kesultanan Demak Bintoro. Jamu coro ini tidak hanya ditemukan di Demak saja, tetapi juga dapat dijumpai di daerah sekitar Demak seperti Pati, Jepara, dan Kudus. 

Berbeda dengan jamu pada umumnya, jamu coro memiliki tekstur yang creamy dan lembut layaknya bubur. Kombinasi rempah disertai dengan bahan lain seperti santan, gula aren, dan tepung beras membuat jamu coro memiliki rasa yang manis, gurih, dan memberikan sensasi hangat yang menyenangkan dan menenangkan. Dengan demikian, maka tidak mengherankan jika jamu coro banyak digandrungi oleh masyarakat , karena slot gacor dapat  menjaga kesehatan tubuh. Lantas siapa pembuat jamu ini?, Apa sejarah dari Jamu Coro? Bahan apa yang digunakan? Bagaimana cara membuatnya?

Pada pertengahan abad ke 15 , eksistensi Kerajaan Demak mulai pudar, kotornya politik internal dalam kerajaan menyebabkan kekuasaan Kerajaan Demak mulai runtuh satu persatu. Seorang Abdi dalem kerajaan bernama KI Ageng Kakibalar, memutuskan untuk keluar dan menyebarkan keahliannya dibidang agama. Dalam perjalanan dakwahnya beliau mengembangkan minuman khas kerajaan demak yaitu Jamu Coro, sembari menjadi media dalam penyebaran dakwah Islam. Turun temurun hingga kini, Jamu coro terjaga keasliannya, terutama pada Dusun Tegalsari sebagai produsen utama di Desa Rejosari. Jamu Coro menjadi identitas yang kuat bagi masyarakat Dusun Tegalsari , Desa Rejosari.

Jamu coro terbuat dari 13 rempah pilihan yang masing-masing memiliki khasiat yang berbeda. Berikut ini adalah rempah-rempah pilihan penyusun jamu coro:

  1. Jahe
  2. Serai 
  3. Daun pandan
  4. Daun Jeruk
  5. Kayu Manis
  6. Cengkih 
  7. Adas
  8. Ketumbar
  9. Kapulaga
  10. Bunga Lawang
  11. Cabe Jawa
  12. Merica
  13. Jinten Hitam

Kombinasi berbagai rempah tersebut tentu membuat jamu coro dapat memberikan banyak khasiat kesehatan cukup dalam satu kali tegukan dengan cara yang murah dan mudah. Apa saja khasiat dari setiap bahan tersebut? Lantas bagaimana cara membuatnya? Teman-teman Jamu bisa mengakses link Booklet Jamu Coro ya

“Booklet Jamu Coro,  Jamunya Kota Wali”: https://bit.ly/BookletJamuCoro

KEGIATAN POSBINDU DI DESA REJOSARI

Demak, Agustus 2022 – Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular terintegrasi serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu.

Pada tanggal 29 Juli 2022, mahasiswa KKN-PPM UGM bersama Puskesmas Karangtengah dan bidan serta kader kesehatan desa mengadakan kegiatan POSBINDU yang terdiri dari penyuluhan dan cek kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Rejosari dihadiri oleh 60 orang lansia yang berasal dari 4 pedukuhan di Desa Rejosari, yaitu Dukuh Bilutan, Babadan, Dalasem, dan Tegalsari.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan hipertensi pada lansia karena slot maxwin permasalahan kesehatan prioritas yang terdapat pada lansia di Desa Rejosari adalah hipertensi. Pasien lansia relatif memiliki tekanan darah yang cukup tinggi. Dewasa normal memiliki tekanan darah berkisar kurang lebih 120/80 mmHg. Sementara untuk lansia selama masih dibawah 140/90 mmHg masih dikategorikan batas aman. Perlu diberikan edukasi untuk memperbaiki pola hidup karena pada angka tersebut memiliki potensi hipertensi yang besar. Penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa Gizi Kesehatan mengenai pengaturan diet yang tepat untuk penderita hipertensi, lalu dilanjut penyuluhan oleh mahasiswa Farmasi mengenai penggunaan obat antihipertensi. Setelah dilakukan penyuluhan hipertensi, para lansia diajak untuk melakukan senam peregangan selama kurang lebih 5 menit. Senam peregangan ini bermanfaat untuk membantu mengurangi risiko terjadinya stroke pada seseorang yang menderita penyakit diabetes dan hipertensi. Gerakan senam dipilih yang sederhana agar tidak menyulitkan lansia. Senam ini dipandu langsung oleh mahasiswa KKN-PPM UGM.

Setelah dilakukan penyuluhan hipertensi dan senam, kegiatan dilanjutkan dengan cek kesehatan pada lansia. Cek kesehatan pada lansia dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyakit karena pada usia lanjut terjadi kemunduran sel-sel akibat proses penuaan yang dapat berakibat pada kelemahan organ, kemunduran fisik, dan timbulnya berbagai macam penyakit terutama penyakit degeneratif. Rangkaian cek kesehatan yang dilakukan terdiri dari pendaftaran, pemeriksaan fisik (pengukuran tekanan darah, lingkar pinggang, berat badan, tinggi badan), pemeriksaan biokimia (tes gula darah, tes dahak), serta pemberian konseling dan rujukan. Cek kesehatan sebagai penutup kegiatan posbindu berlangsung dengan lancar hingga waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB.