SOSIALISASI KEWIRAUSAHAAN KEGIATAN EKONOMI BAGI SISWA SDN DUKUN 1

Demak, Juli 2022 – pada 21 Juli 2022 lalu telah dilaksanakan program sosialisasi kewirausahaan bertemakan “Kegiatan dan Pelaku Ekonomi” bagi siswa SDN Dukun 1, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Program ini ditujukan untuk mengenalkan kegiatan ekonomi yang terdiri dari produksi, konsumsi, dan distribusi kepada siswa. Hal ini kami dasarkan pada urgensi rantai ekonomi sebagai fundamental dalam kehidupan sehingga mereka perlu untuk diajarkan ekonomi sejak dini.

Kegiatan dilakukan dengan antusias dari teman-teman SDN Dukun 1. Selain pemaparan materi, siswa dikenalkan dengan kegiatan ekonomi melalui simulasi pasar. Simulasi pasar dilaksanakan dengan membagi siswa dalam beberapa kelompok yang memiliki peran sebagai distributor di pasar (penjual) dan sisanya sebagai konsumen (pembeli). Siswa yang berperan sebagai penjual berdagang menggunakan foto produk yang telah dipersiapkan. Di sisi lain, baik siswa yang berperan sebagai penjual maupun pembeli diberikan uang mainan sebagai alat untuk transaksi dalam simulasi. Simulasi ini disusun mirip dengan games agar harapannya siswa dapat praktik dengan mudah memahami tata cara kerja pasar.


PENGENALAN MACAM MIKROORGANISME DAN PERANNYA DI SDN DUKUN 1

Demak, Agustus 2022 – Pada 19 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi mengenai pengenalan macam-macam mikroorganisme dan perannya dalam bidang pertanian dan kesehatan di SDN Dukun 1 khususnya pada kelas VI A dan VI B. Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang tidak kasat mata yang berada disekitar kita. Mikroorganisme memiliki dampak buruk seperti menyebabkan penyakit tetapi juga dampak baik seperti berperan penting khususnya di bidang pertanian dan kesehatan seperti berperan dalam menunjang pertumbuhan tanaman, pembuatan yoghurt, pembuatan obat, dan lain sebagainya.

Kegiatan dimulai dengan menjelaskan pengertian mikroorganisme, macam-macam mikroorganisme, perbedaan antar jenis mikroorganisme, dan peran bakteri. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan yoghurt secara sederhana sebagai salah satu bentuk peran mikroorganisme yang menguntungkan. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh anak-anak kelas VI SDN Dukun 1.


INTIP BU SAROH: BERAWAL DARI MELIHAT PELUANG USAHA

Demak, Agustus 2022 – Berawal dari piknik ke Solo, Bu Saroh kini menjadi salah satu penjual intip goreng yang mempunyai banyak pelanggan. Saat piknik ke Solo Bu Saroh tertarik membeli oleh-oleh berupa intip goreng. Dari rasa penasarannya beliau bertanya berapa harga setoran intip goreng kepada penjual. Melihat peluang yang besar, akhirnya Bu Saroh tertarik menjadi penyetor intip ke Solo. Di Wonowoso, Bu Saroh membeli intip kemudian disetor ke Solo. Saat itu setorannya cukup banyak.

Perjalanan Demak-Solo yang cukup jauh membuat intip Bu Saroh banyak  yang hancur sehingga ditolak pembeli. Tidak ingin intipnya dibuang, Bu Saroh iseng menggoreng intip yang hancur. Awalnya suami Bu Saroh melarang dan memandang sebelah mata. Akan tetapi, Bu Saroh tetap menggoreng intip tersebut dan mengemasnya dengan plastik kecil. Tidak berhenti di situ, Bu Saroh menawarkannya ke masyarakat sekitar dan ternyata banyak peminatnya.

Sampai saat ini, Bu Saroh sudah menekuni usaha ini selama 21 tahun. Setiap hari Bu Saroh dibantu 1 orang dan anak-anaknya untuk meproduksi kurang lebih 25 kg intip goreng. Beliau sudah tidak lagi menjadi penyetor ke Solo tetapi menerima pesanan dari masyarakat sekitar, menjual di warung, dan pasar. Usaha ini terus berkembang dan diminati masyarakat karena Bu Saroh selalu memperhatikan kualitas produknya dengan menggunakan minyak berkualitas.

Bagi yang ingin mencicipi intip goreng Bu Saroh dapat datang langsung ke Wonowoso RT 03/III atau menghubungi 081325756300

KENALI, AMATI, DAN KENDALIKAN OPT UTAMA PADA JAGUNG (Zea mays) DESA WONOWOSO

Demak, Agustus 2022 – Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting selain gandum dan padi. Terdapat sepetak tanaman jagung yang ditemukan berada di daerah Perumnas Desa Wonowoso sekitar 0,1 hektar milik Bapak Sholikin. Upaya peningkatan produksi pertanian terkadang mengalami kendala biotik dan abiotik. Kendala abiotik meliputi kekeringan, kekurangan unsur hara, kemarau dan lain sebagainya. Sementara kendala abiotik berupa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Beberapa spesies OPT baik hama maupun patogen menjadi OPT penting pada suatu jenis tanaman, contoh OPT yang ditemukan ialah Oomycetes Peronosclerospora spp. penyebab penyakit bulai pada tanaman jagung, kumbang koksi sebagai hama tanaman, dan predator seperti capung dan semut.

Penyakit Bulai Jagung

OPT penting yang menyebabkan kerusakan utama tanaman jagung yaitu penyakit bulai. Menurut (Muis et al., 2018), penyakit ini menyerang tanaman jagung mulai tanaman muda hingga menghasilkan malai. Penyakit bulai juga dapat menginfeksi jenis rumput-rumputan selain pada jagung. Rumput inang terinfeksi penyakit bulai merupakan tempat patogen bertahan di luar musim tanam jagung. Penularan penyakit ini yaitu spora pada tanaman jagung terbawa oleh angin di pagi hari.

Gejala infeksi dari penyakit bulai jagung dapat dilihat pada gambar diatas yaitu daun tanaman menunjukkan gejala garis-garis putih hingga kuning yang menjadi nekrotik pada daun. Peronosclerospora spp. menyerang tanaman masih muda, gejala mulai ditemukan saat tanaman berumur 2-3 MST. Penyakit dapat dikenali dengan terbentuknya struktur jamur menyerupai tepung pada permukaan daun. Menurut (Semangun, 2008), tanaman yang terinfeksi pada waktu masih sangat muda biasanya tidak membentuk buah. Bila menginfeksi pada tanaman tua, tanaman dapat tumbuh terus dan membentuk buah. Tetapi, buah sering mempunyai tangkai yang panjang, dengan kelobot yang tidak menutup pada ujungnya, dan hanya membentuk sedikit biji. Hal ini sesuai dengan kondisi pertanaman jagung di Desa Wonowoso, dimana tanaman jagung yang ditemukan berumur sekitar 80 HST (Hari setelah tanam).

Rekomendasi Pengendalian

  1. Sanitasi lingkungan

Lahan jagung yang ditemukan terlihat banyak rumput-rumput yang dapat berperan sebagai gulma yang dapat menjadi sumber inoculum pertanaman sehingga menyebabkan kerugian tanaman utama. Hal ini, petani sangat dianjurkan untuk sanitasi lingkungan sekitar dengan mencabuti rumput di lahan.

  1. Penggunaan varietas tahan penyakit bulai

Penggunaan varietas tahan seperti jagung hibrida varietas Bima-1, Bima-3, 1. Bima-9, Bima-14 dan Bima-15 serta jagung komposit varietas Lagaligo.

  1. Rotasi tanaman

Rotasi tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup dari jamur penyebab penyakit

  1. Penggunaan fungisida yang efektif dengan perlakuan benih

Komponen pengendalian penyakit bulai yang umum dilakukan selama ini adalah perlakuan benih dengan fungisida saromil atau ridomil yang berbahan aktif metalaksil, karena praktis dan mudah dilakukan, bahkan petani tidak perlu melakukan tindakan apapun, hanya menanam benih jagung yang sudah diberi perlakuan fungisida. Biasanya benih jagung yang diperjualbelikan sudah diberi perlakuan fungisida metalaksil.

SOSIALISASI PENYIMPANAN DAN PERSIAPAN SERTA PENANAMAN SAYUR YANG BAIK PADA PKK DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 – Sejak pandemi COVID-19, penyimpanan dan persiapan makanan (food preparation) makanan menjadi salah satu keterampilan yang tren di kalangan ibu-ibu. Food preparation dapat dilakukan pada berbagai jenis bahan makanan salah satunya sayuran. Sayuran memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan menjadi makanan yang cukup sering dikonsumsi. 

Pada 29 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan sosialisasi food preparation serta praktik penanaman sayur yang baik kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Dukun. Kegiatan dimulai dengan penjelasan mengenai food preparation dan cara penyimpanan sayuran yang baik agar dapat bertahan lama. Setelah penjelasan, Ibu-Ibu PKK diajak untuk mempraktikkan cara penanaman sayur yang baik agar dapat memproduksi sayuran sendiri. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh Ibu-Ibu PKK Desa Dukun.


EDUKASI MP-ASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN MP-ASI BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL DI POSYANDU DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 –  Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan pendamping ASI yang diberikan kepada bayi setelah melalui ASI eksklusif selama 6 bulan. Pemberian MP-ASI yang baik menjadi salah satu upaya dalam pencegahan stunting pada anak. MP-ASI dapat dibuat dengan berbagai bahan yang mudah ditemukan, seperti ikan, ati, bayam, wortel, dan lain sebagainya.

Pada 23 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI di Pos 5 Posyandu Desa Dukun yang berlokasi di Dusun Perbalan. Edukasi dan demonstrasi diberikan di Pos 5 karena pos tersebut adalah pos yang paling banyak terdapat bayi yang masih berada di tahap ASI eksklusif dan siap memasuki masa pasca ASI eksklusif.


Kegiatan dimulai dengan kegiatan posyandu yakni pendaftaran, penimbangan berat, pengukuran panjang badan, pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat), pemberian edukasi dan imunisasi. Setelah kegiatan rutin posyandu dilakukan, Mahasiswa KKN-PPM UGM memberikan edukasi mengenai MP-ASI dan dilanjutkan dengan demonstrasi sederhana pembuatan MP-ASI. Demonstrasi MP-ASI dilakukan dengan menunjukkan cara pembuatan MP-ASI untuk bayi usia 6-9 bulan dan 9-12 bulan dengan bahan dasar nasi, ati, bayam, dan wortel. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pemberian challenge pembuatan MP-ASI. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh Ibu-Ibu Posyandu Pos 5 Desa Dukun.

KUMBANG KOKSI SEBAGAI HAMA DAN PREDATOR PADA PERTANIAN DI DESA WONOWOSO

Demak, Agustus 2022 – Potensi sumber daya agro yang ditemukan yaitu terong yang berlokasi di daerah belakang perumahan Wonowoso, Karangtengah, Demak. Tanaman terong (Solanum melongena) sendiri merupakan jenis sayuran tahunan semusim. Tanaman terong milik Bapak Rozi seluas 0,25 hektar. Beliau mengatakan bahwa terdapat OPT yang sering dijumpai, salah satunya kumbang koksi yang sering memakan daun muda tanaman terong.

Kumbang koksi dikenal sebagai sahabat petani karena beberapa anggotanya memangsa serangga hama seperti spesies aphid. Walaupun demikian, ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman, yaitu dari sub-famili Epilachninae. Kenali beberapa perbedaan kumbang koksi yang berperan sebagai hama dan berperan sebagai predator sahabat petani (musuh alami). Berikut penjelasannya:

Jenis serangga yang dapat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama tanaman pertanian adalah serangga pemakan daun dari ordo Coleoptera, yaitu kumbang koksi (Epilachna admirabilis). Kepik atau kumbang koksi adalah serangga perusak daun dan kuncup daun. Kepik lebih menyukai tempat yang rimbun dan agak gelap untuk meletakkan telurnya.

Gejala serangan hama kumbang koksi Epilachna sp. ini yaitu adanya bekas gigitan pada permukan daun bagian bawah. Pada serangan berat, bekas gigitan hama kumbang koksi ini dapat merusak semua jaringan daun, sehingga mengakibatkan daun hanya tinggal tulang-tulang daun saja. Kumbang dewasa dan larva memakan daun dapat menyebabkan kerusakan serius. Saat menjadi larva, kumbang koksi akan memakan jaringan daun dari bagian bawah, sementara ketika sudah menjadi dewasa, kumbang koksi akan memakan jaringan daun dari bagian atas. Hama ini dapat menyebabkan kerontokan daun yang hebat dan kehilangan hasil panen yang tinggi dan oleh karenanya hama ini merupakan salah satu hama terong yang paling berbahaya.

Gejala kerusakan kumbang koksi

Strategi Pengendalian

  1. Pengendalian Hayati

Jika memungkinkan di alam masih terdapat musuh alami dari kumbang koksi bisa dimanfaatkan sebagai pengendalian hayati. Contoh dari predator kumbang koksi yaitu Tawon Prasit dari family Pediobius. Kemudian dapat menggunakan biopestisida seperti bakteri Bacillus thurengiensis atau jamur Aspergillus spp. dapat digunakan sebagai aplikasi semprotan daun.

  1. Tindakan Pencegahan
  • Hindari menanam terong di lahan atau di sekitar lahan yang terserang
  • Pilih dan hancurkan larva dan kumbang dewasa yang ditemukan di lahan
  • Sanitasi (pembersihan) lahan tanaman terung
  1. Pengendalian Kimiawi

Pengendalian ini digunakan ketika sudah mempertimbangkan pengendalian hama secara terpadu (PHT). Contoh pengendalian kimiawi yaitu dapat menggunakan insektisida yang mengandung dimethoate, fenvelarate, malathion dapat diaplikasikan pada daun.

 

Sumber referensi:

Muis,A., Suriani., S.H.Kalqutni, dan N.Nonci. 2018. Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung dan

Upaya Pengendaliannya. Yogyakarta: Deepublish.

Semangun,H. 2008. Penyakit-penyakit tanaman pangan di Indonesia (Edisi Kedua). Yogyakarta :

Universitas Gadjah Mada Press.

EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DAN DEMAM BERADAH DI POSYANDU DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 – Stunting dan demam berdarah menjadi isu yang cukup hangat khususnya di Kabupaten Demak. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi kurang akibat pemberian makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting bisa terjadi sejak dalam kandungan dan baru terdeteksi saat usia 2 tahun. Kondisi stunting dapat berdampak berkepanjangan hingga anak dewasa sehingga isu ini menjadi penting diberikan edukasinya kepada Ibu dengan bayi agar dapat mencegah dampak buruk dari stunting. 

Salah satu penyebab anak stunting adalah kurangnya kebersihan lingkungan dan perlu dicegah dengan penjagaan kebersihan lingkungan yang baik. Disamping itu, kematian akibat demam berdarah juga menjadi isu yang hangat di Kabupaten Demak. Dari PLT Dinas Kesehatan Kabupaten Demak diketahui hingga 17 Juni 2022 terdapat 116 kasus Demam Berdarah dengan 1 kasus kematian. Kasus tersebut terus meningkat hingga bulan Juli 2022 sehingga edukasi mengenai demam berdarah dan pencegahannya menjadi penting untuk diberikan.

 

Pada tanggal 21 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting dan demam berdarah kepada Ibu dengan bayi di Pos 3 Posyandu Desa Dukun yang berlokasi di Dusun Perbalan. Kegiatan dimulai dengan kegiatan posyandu yakni pendaftaran, penimbangan berat, pengukuran panjang badan, pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat), dan pemberian imunisasi. Kemudian, ibu-ibu dan anak di posyandu dikumpulkan untuk mendapatkan edukasi dari Bidan Desa Dukun dan Puskesmas Karangtengah. Setelah edukasi diberikan, Mahasiswa KKN-PPM UGM melanjutkan edukasi mengenai serba-serbi stunting dan demam berdarah. Sebagai salah satu upaya konkret pencegahan demam berdarah, Mahasiswa KKN-PPM UGM juga membagikan abate, larvasida yang efektif mengontrol jentik nyamuk, sebanyak 10 gram. 


Dari Jualan Brownis, Menjadi Toko Snack Laris Manis

Demak, Juli 2022 – Andini Cake and Bakery adalah sebuah toko kue yang terletak di Desa Wonowoso milik Ibu Harti. Berawal dari berjualan brownis yang enak dan terkenal, kini usahanya berkembang pesat. Saat  ini Andini Cake and Bakery menjual berbagai jenis jajanan, brownis, kue ulang tahun, bucket bunga serta uang, dan snack. Setiap harinya terdapat lebih dari 300 jajanan dan terjual habis. Toko ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB.

Selain dijual di toko, kue dan jajanan Bu Harti ini dijual di pasar serta menerima banyak pesanan. Tak heran jika kue Bu Harti ini juga menjadi langganan masyarakat sekitar karena cita rasanya. Langganan kue Bu Harti tidak terbatas dari masyarakat Wonowoso saja, tetapi dari Sayung, bahkan Tambak Bulusan.

Saat ini, Andini Cake and Bakery sudah memiliki 5 karyawan yang merupakan adik-adiknya. Awal mula usaha ini ketika Ibu Harti ingin menambah pemasukan adik-adiknya. Lalu, Ibu Harti melatih adik-adiknya untuk membuat kue seperti donat kentang. Ada juga yang dilatih untuk membuat onde-onde dan tahu aci. Dari semua itu, kini adik-adik Ibu Harti sudah terampil membuat berbagai macam kue. Selain keluarga, usaha ini juga melibatkan orang lain yaitu pembuat kemasan kue ulang tahun.

Andini Cake and Bakery melayani pesanan dengan cara menghubungi 081225506315.

PEMBERDAYAAN ANAK-ANAK SD DALAM KEGIATAN BERKEBUN DAN MENJAGA LINGKUNGAN DI SD NEGERI DUKUN 1

Demak, Juli 2022 – Pada Jumat, 22 Juli 2022, Mahasiswa KKN UGM bersama para siswa SDN Dukun melaksanakan kegiatan berkebun dan kebersihan lingkungan di SD N 1 Dukun. Melihat potensi tanah yang subur dan tersedianya lahan serta media tanam, siswa SD diajak untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Kali ini, mahasiswa KKN berbagi ilmu tentang bagaimana menanam sayur sawi dan bayam dengan metode vertikultur. Perlu diketahui, vertikultur merupakan sistem budidaya pertanian dengan metode bertingkat atau vertikal. Metode ini dapat menghemat ruang dan lahan pertanian.

siswa mengambil pot yang dari botol plastik yang sudah disiapkan

Untuk melakukan vertikultur, mahasiswa dan siswa memanfaatkan botol plastik bekas yang telah dipotong dan dilubangi. Botol diisi dengan media tanam yaitu tanah yang telah dicampur pupuk kandang yang sebelumnya telah dibuat.

Sayur yang ditanam oleh para siswa berupa benih sawi dan bayam. Selain itu, siswa SD dijelaskan tahapan–tahapan untuk menanam sayur mulai dari mempersiapkan alat bahan, media tanam, penanaman, hingga perawatan. Tak lupa, siswa diberikan ilmu mengenai manfaat sayur yang ditanam.

Adapun manfaat sayur sawi antara lain:

  1. Sumber vitamin A yang dapat mencegah penurunan fungsi makula mata
  2. Bermanfaat untuk mencegah kanker karena dapat menonaktifkan zat karsinogen.
  3. Bermanfaat untuk ibu hamil karena mengandung folat dalam pembentukan sel darah merah.
  4. Menurunkan risiko penyakit jantung
  5. Meredakan peradangan kronis
  6. Mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan

Adapun manfaat sayur bayam antara lain:

  1. Mengurangi dan mencegah stres oksidatif
  2. Membantu mencegah kanker
  3. Mengatasi diabetes terutama tipe 1 dan 2
  4. Menurunkan tekanan darah
  5. Baik untuk memenuhi zat besi bagi ibu hamil
  6. Menurunkan berat badan karena menekan nafsu makan
  7. Meningkatkan kesehatan mata
  8. Meredakan risiko serangan asma

Setelah semua kegiatan penanaman sayur selesai, siswa diajak menempatkan vertikultur yang telah dibuat di tempat-tempat strategis sehingga mudah dirawat.

Sumber:

https://katadata.co.id/iftitah/berita/6176426c81e5b/6-manfaat-sawi-hijau-untuk-kesehatan-mengandung-antioksidan 

https://katadata.co.id/iftitah/berita/6176255541b21/8-manfaat-sayur-bayam-untuk-kesehatan-dan-cara-memasak-yang-tepat