KENALI, AMATI, DAN KENDALIKAN OPT UTAMA PADA JAGUNG (Zea mays) DESA WONOWOSO

Demak, Agustus 2022 – Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting selain gandum dan padi. Terdapat sepetak tanaman jagung yang ditemukan berada di daerah Perumnas Desa Wonowoso sekitar 0,1 hektar milik Bapak Sholikin. Upaya peningkatan produksi pertanian terkadang mengalami kendala biotik dan abiotik. Kendala abiotik meliputi kekeringan, kekurangan unsur hara, kemarau dan lain sebagainya. Sementara kendala abiotik berupa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Beberapa spesies OPT baik hama maupun patogen menjadi OPT penting pada suatu jenis tanaman, contoh OPT yang ditemukan ialah Oomycetes Peronosclerospora spp. penyebab penyakit bulai pada tanaman jagung, kumbang koksi sebagai hama tanaman, dan predator seperti capung dan semut.

Penyakit Bulai Jagung

OPT penting yang menyebabkan kerusakan utama tanaman jagung yaitu penyakit bulai. Menurut (Muis et al., 2018), penyakit ini menyerang tanaman jagung mulai tanaman muda hingga menghasilkan malai. Penyakit bulai juga dapat menginfeksi jenis rumput-rumputan selain pada jagung. Rumput inang terinfeksi penyakit bulai merupakan tempat patogen bertahan di luar musim tanam jagung. Penularan penyakit ini yaitu spora pada tanaman jagung terbawa oleh angin di pagi hari.

Gejala infeksi dari penyakit bulai jagung dapat dilihat pada gambar diatas yaitu daun tanaman menunjukkan gejala garis-garis putih hingga kuning yang menjadi nekrotik pada daun. Peronosclerospora spp. menyerang tanaman masih muda, gejala mulai ditemukan saat tanaman berumur 2-3 MST. Penyakit dapat dikenali dengan terbentuknya struktur jamur menyerupai tepung pada permukaan daun. Menurut (Semangun, 2008), tanaman yang terinfeksi pada waktu masih sangat muda biasanya tidak membentuk buah. Bila menginfeksi pada tanaman tua, tanaman dapat tumbuh terus dan membentuk buah. Tetapi, buah sering mempunyai tangkai yang panjang, dengan kelobot yang tidak menutup pada ujungnya, dan hanya membentuk sedikit biji. Hal ini sesuai dengan kondisi pertanaman jagung di Desa Wonowoso, dimana tanaman jagung yang ditemukan berumur sekitar 80 HST (Hari setelah tanam).

Rekomendasi Pengendalian

  1. Sanitasi lingkungan

Lahan jagung yang ditemukan terlihat banyak rumput-rumput yang dapat berperan sebagai gulma yang dapat menjadi sumber inoculum pertanaman sehingga menyebabkan kerugian tanaman utama. Hal ini, petani sangat dianjurkan untuk sanitasi lingkungan sekitar dengan mencabuti rumput di lahan.

  1. Penggunaan varietas tahan penyakit bulai

Penggunaan varietas tahan seperti jagung hibrida varietas Bima-1, Bima-3, 1. Bima-9, Bima-14 dan Bima-15 serta jagung komposit varietas Lagaligo.

  1. Rotasi tanaman

Rotasi tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup dari jamur penyebab penyakit

  1. Penggunaan fungisida yang efektif dengan perlakuan benih

Komponen pengendalian penyakit bulai yang umum dilakukan selama ini adalah perlakuan benih dengan fungisida saromil atau ridomil yang berbahan aktif metalaksil, karena praktis dan mudah dilakukan, bahkan petani tidak perlu melakukan tindakan apapun, hanya menanam benih jagung yang sudah diberi perlakuan fungisida. Biasanya benih jagung yang diperjualbelikan sudah diberi perlakuan fungisida metalaksil.

SOSIALISASI PENYIMPANAN DAN PERSIAPAN SERTA PENANAMAN SAYUR YANG BAIK PADA PKK DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 – Sejak pandemi COVID-19, penyimpanan dan persiapan makanan (food preparation) makanan menjadi salah satu keterampilan yang tren di kalangan ibu-ibu. Food preparation dapat dilakukan pada berbagai jenis bahan makanan salah satunya sayuran. Sayuran memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan menjadi makanan yang cukup sering dikonsumsi. 

Pada 29 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan sosialisasi food preparation serta praktik penanaman sayur yang baik kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Dukun. Kegiatan dimulai dengan penjelasan mengenai food preparation dan cara penyimpanan sayuran yang baik agar dapat bertahan lama. Setelah penjelasan, Ibu-Ibu PKK diajak untuk mempraktikkan cara penanaman sayur yang baik agar dapat memproduksi sayuran sendiri. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh Ibu-Ibu PKK Desa Dukun.


EDUKASI MP-ASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN MP-ASI BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL DI POSYANDU DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 –  Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan pendamping ASI yang diberikan kepada bayi setelah melalui ASI eksklusif selama 6 bulan. Pemberian MP-ASI yang baik menjadi salah satu upaya dalam pencegahan stunting pada anak. MP-ASI dapat dibuat dengan berbagai bahan yang mudah ditemukan, seperti ikan, ati, bayam, wortel, dan lain sebagainya.

Pada 23 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI di Pos 5 Posyandu Desa Dukun yang berlokasi di Dusun Perbalan. Edukasi dan demonstrasi diberikan di Pos 5 karena pos tersebut adalah pos yang paling banyak terdapat bayi yang masih berada di tahap ASI eksklusif dan siap memasuki masa pasca ASI eksklusif.


Kegiatan dimulai dengan kegiatan posyandu yakni pendaftaran, penimbangan berat, pengukuran panjang badan, pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat), pemberian edukasi dan imunisasi. Setelah kegiatan rutin posyandu dilakukan, Mahasiswa KKN-PPM UGM memberikan edukasi mengenai MP-ASI dan dilanjutkan dengan demonstrasi sederhana pembuatan MP-ASI. Demonstrasi MP-ASI dilakukan dengan menunjukkan cara pembuatan MP-ASI untuk bayi usia 6-9 bulan dan 9-12 bulan dengan bahan dasar nasi, ati, bayam, dan wortel. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pemberian challenge pembuatan MP-ASI. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh Ibu-Ibu Posyandu Pos 5 Desa Dukun.