PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA WONOWOSO BERSAMA KKN-PPM UGM

Demak, Agustus 2022 – Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan berkumpul bersama Karang Taruna Desa Wonosowo untuk mengadakan edukasi budidaya mikroalga di lahan sempit, edukasi ternak cupang mudah, serta edukasi landscaping pekarangan rumah pada Karang Taruna. Kegiatan tersebut diadakan pada 6 Agustus 2022 bertempat di Balai Desa Wonowoso.

Berdasarkan observasi yang dilakukan, rumah-rumah warga Desa Wonowoso masih memiliki pekarangan yang cukup luas sehingga dapat dimanfaatkan. Salah satu bentuk pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah landscaping pekarangan. Lanskap sering diartikan sebagai taman. Perancangan taman perlu dilakukan pemilahan dan penataan secara detail pada elemen-elemennya, agar taman dapat berfungsi maksimal dan estetik. Apabila pemanfaatan landscaping pekarangan berjalan dengan baik, maka akan memunculkan berbagai manfaat berupa peningkatan perekonomian masyarakat sekitar, meningkatkan konservasi lingkungan, atau sekadar meningkatkan ilai estetika dan keindahan alam.

Selain pemanfaatan landscaping pekarangan, hal yang dapat dilakukan pada bidang terbatas adalah budidaya mikroalga. Mikroalga merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang memiliki kemampuan fotosintesis menggunakan sinar matahari dan karbon dioksida serta menghasilkan biomassa dan oksigen. Mikroalga dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi, minyak, produk pangan, produk medika, dan produk bioremediasi.

Sementara itu, sebagaimana yang tekah diketahui bahwa ikan cupang saat ini dibudidaya bukan sekadar menyalurkan hobi, namun menjadi sumber rintisan usaha. Edukasi ikan cupang dipilih karena ikan cupang merupakan jenis ikan hias air tawar yang cukup terkenal, indah, dan mudah dirawat. Ikan cupang memiliki kelebihan bertahan tanpa adanya suplai oksigen secara langsung sehingga dapat bertahan hidup dalam air yang tidak diberi aerasi. Pada rangkaian terakhir acara bersama karang taruna diadakan sesi kuis yang diramaikan dengan pembagian hadian berupa sepasang ikan cupang bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar.

ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI LAHAN PERTAMBAKAN


Demak, Agustus 2022 –
Pertanian merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

Desa Wonowoso merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak potensi alam yang mampu dikembangkan, salah satunya adalah pada sektor pertanian. Terdiri dari subsektor tanaman pangan, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Sektor pertanian mempunyai peran besar dalam menunjang kehidupan masyarakat Desa Wonowoso. Aset alam yang banyak tersedia seperti air membuat kecamatan ini banyak dibuat persawahan yang mayoritas menanam padi dan hortikultura. Hasil yang didapat sebelum lahan sawah tergenang dapat berupa bawang merah, padi, cabai, dan terong. Akan tetapi, pada dua tahun terakhir masyarakat Desa Wonowoso mulai mengalihkan usaha tani menjadi usaha perikanan dengan mengubah sawah menjadi kolam ikan. Hal ini dikarenakan naiknya permukaan air laut yang menyebabkan lahan sawah menjadi tergenang. Keadaan tersebut dapat merubah yang berawal dari petani menjadi usaha pertambakan. Kerugian lahan sawah menjadi pertambakan adalah masuknya air asin komposisi tanah menjadi tidak bagus karena  menyerap ion-ion zat hara seperti magnesium, kalsium, dan kalium dan tekanan osmotik terhadap tanaman, jadi tahap pertumbuhan tidak bagus. Kelebihan lahan sawah adalah salinitas tinggi cocok dipelihara ikan air payau dan dapat menjadi sentra produksi perikanan  

Perikanan terfokus pada segala kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Dengan merubah menjadi perikanan bisa menjadi sumber penghasilan dan dapat mengubah mata pencaharian. Hasil yang didapat dari pertambakan adalah ikan nila, ikan gabus, dan udang.

PERKEMBANGAN TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA WONOWOSO, KECAMATAN KARANGTENGAH, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH

Demak, Agustus 2022 – Kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah menjadi tempat untuk berkebun telah banyak dilakukan masyarakat sejak pandemi bermula. Selain untuk mengisi waktu luang daripada berdiam diri di rumah, berkebun di pekarangan juga bermanfaat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Jenis komoditas yang banyak ditanam di pekarangan rumah yaitu komoditas hortikultura. Hortikultura merupakan cabang ilmu pertanian yang membahas mengenai tanaman buah, sayur, dan tanaman hias. Kata hortikultura berasal dari bahasa latin yakni hortus yang diartikan sebagai taman dan colere yang artinya untuk menumbuhkan.

Jenis tanaman hortikultura yang banyak ditanam masyarakat di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak yaitu tanaman terong dan cabai. Tanaman terong (Solanum melongena L.) merupakan tanaman semusim yang termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman terong dapat tumbuh hingga ketinggian 40–150 cm. Memiliki daun dengan panjang 10–20 cm dan lebar 5–10 cm. Tanaman terong dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dengan ketinggian 0–1200 mdpl. Tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman terong adalah tanah lempung dan memiliki kandungan unsur hara yang cukup. Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman terong antara 25–30° C. Berbagai jenis terong yang dibudidayakan di Indonesia yaitu terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan, dan terong jepang.

Jenis tanaman lain yang banyak dibudiayakan di Desa Wonowoso yaitu tanaman cabai. Tanaman cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman perdu yang termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman cabai dapat tumbuh pada dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian tempat 0-1250 mdpl. Tanaman cabai dapat tumbuh hingga ketinggian 120 cm. Suhu udara yang cocok bagi pertumbuhan tanaman cabai berkisar antara 18–30° C. Kelembaban udara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman cabai yaitu antara 60–80%. Kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanman cabai yaitu tanah lempung berpasir dengan derajat keasaman (pH) antara 6–7. Berbagai jenis cabai yang banyak ditanam di Indonesia yaitu cabai merah besar, cabai keriting, cabai rawit, dan cabai hijau besar.

Dalam perkembangannya, komoditas hortikultura memiliki berbagai manfaat terutama bagi masyarakat Desa Wonowoso. Tanaman terong yang ditanam di Desa Wonowoso dapat digunakan sebagai bahan makanan sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Tanaman terong memiliki berbagai kandungan gizi seperti protein, karbohidrat, serat, lemak, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan magnesium. Tanaman terong juga memiliki manfaat untuk kesehatan antara lain dapat menekan risiko penyakit jantung, mencegah penyakit diabetes, menurunkan berat badan, dan melancarkan sistem pencernaan. Sedangkan tanaman cabai yang ditanam oleh masyarakat Desa Wonowoso dapat digunakan sebagai bahan tambahan masakan. Tanaman cabai juga memiliki kandungan gizi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B6, protein, karbohidrat, dan lemak. Manfaat yang dimiliki tanaman cabai bagi kesehatan yaitu tanaman cabai dapat digunakan sebagai penghilang rasa sakit, detoksifikasi, penurun berat badan, melancarkan pernapasan, dan mencegah penyakit jantung.