POSBINDU PTM DESA WONOWOSO

Demak, Agustus 2022 – Masalah kesehatan masyarakat menjadi isu yang sudah tidak asing seiring dengan meningkatnya kasus PTM. PTM merupakan penyakit tidak menular yang tidak disebabkan oleh infeksi kuman seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit patu, dan kanker. Mahasiswa KKN-PPM UGM 2022 turut menyukseskan kegiatan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Penyakit Tidak Menular di Desa Wonowoso. Posbindu PTM merupakan kegiatan deteksi diri dan pemantauan risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Posbindu PTM Desa Wonowoso diselenggarakan pada 28 Juli 2022 bertempat di Aula Balai Desa Wonowoso.

Screening Kesehatan

Kegiatan meliputi pemeriksaan gula darah, pengukuran tekanan darah, dan penimbangan berat badan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk segera menindak lanjuti secara dini apabila muncul faktor risiko yang ditemukan saat cek kesehatan serta segera dirujuk menuju pasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pencatatan dilakukan dengan teliti sebagaimana arahan yang diberikan oleh kader kesehatan, bedan desa, serta petugas Puskesmas Karangtengah. Kegiatan dilanjutkan dengan senam jantung lansia. Bertambahnya usia pada lansia menyebabkan adanya penurunan fungsi fisik dan psikologis. Sehingga dibutuhkan adanya senam jantung bagi lansia untuk meningkatkan kebugaran jasmani.

Mahasiswa KKN-PPM UGM turut memperkenalkan kepada peserta Posbindu PTM Desa Wonowoso mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (hipertensi dan diabetes melitus). Suatu keadaan di mana tekanan darah sistolik  ≥40 mmHg dan atau tekanan darag diastolik ≥90 mmHg dapat dikenali sebagai penyakit hipertensi. Sementara itu, diabetes melitus itandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal.  Peserta diperkenalkan dengan faktor risiko, gejala, serta komplikasi yang diderita akibat hipertensi serta diabetes melitus. Kegiatan diakhiri dengan edukasi terkait konsumsi gula, garam, dan lemak. Dalam satu hati, gula hanya diperkenankan sebanyak 4 sendok makan, garam sebanyak 1 sendok teh, serta lemak sebanyak lima sendok.


SOSIALISASI DAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PRODUKSI GANTUNGAN KUNCI DAN BROS DARI LIMBAH KAIN PERCA BAGI SDN DUKUN 1

Demak, Juli 2022 – pada 20 Juli 2022 lalu telah dilaksanakan program pelatihan kewirausahaan bagi siswa SDN Dukun 1, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Pelatihan kewirausahaan ini berbentuk sosialisasi dan pendampingan bagi siswa SDN Dukun 1 Demak dalam membuat kerajinan gantungan kunci dan bros dari limbah kain perca. Limbah kain perca didefinisikan sebagai sisa kain yang telah tidak digunakan kembali. Siswa diajarkan untuk menciptakan nilai suatu barang dengan mengolah limbah kain perca sehingga dapat dijual kembali. Kewirausahaan berbasis sociopreneur ini bertumpu pada penciptaan nilai barang dengan mengurangi sampah melalui reuse (penggunaan kembali).

Di sisi lain, wilayah Desa Dukun memiliki banyak sekali potensi usaha, salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pengolahan limbah kain perca itu sendiri menjadi barang bernilai guna tinggi, seperti bantal, tas, gantungan kunci, dan sebagainya. Namun, untuk menjadi seorang wirausaha diperlukan keterampilan, pembiasaan, dan motivasi. Tujuan dari pelatihan di SDN Dukun 1 ini mencakup menumbuhkan motivasi bagi siswa untuk kelak menjadi pelaku sociopreneur.

Selama proses pelatihan, siswa sangat antusias dalam membuat kerajinan gantungan kunci dan bros dari kain perca. Mereka sangat bersemangat dalam mencoba hal baru ini. Gantungan kunci dan bros yang dibuat bersifat sederhana sehingga mudah diikuti oleh siswa, yaitu berbentuk pita. Berikut ini dipaparkan alat dan bahan serta tata cara pembuatan kerajinan tersebut dari limbah kain perca.

Alat dan bahan:

  • Kain perca berukuran 9 cm x 15 cm
  • Kain perca berukuran 1 cm x 7 cm
  • Benang jahit
  • Jarum jahit
  • Lem tembak
  • Hiasan pernak pernik
  • Gantungan besi untuk gantungan kunci atau peniti bros

Tata cara pembuatan

  • Bentangkan kain perca berukuran 9 cm x 15 cm secara horizontal, lalu lipat bagian atas sebanyak dua kali ke bagian bawah sehingga bertumpuk membentuk kain berukuran 3 cm x 15 cm
  • Bentangkan kain tersebut secara horizontal, lalu lipat bagian ujung kanan ke tengah dan ujung kiri ke tengah. Keduanya bertemu dan bertumpuk sedikit di tengah.
  • Pada bagian tengah tersebut jahit dengan memasukkan jarum jahit dari ujung atas ke bawah dan menariknya hingga bagian tengah kain tersebut mengkerut
  • Gulung sisa benang pada jarum jahit mengelilingi bagian tengah yang mengkerut tersebut, kemudian kunci jahitan dengan ikatan jahit. Rapikan dengan menggunting sisa benang yang berhamburan
  • Lilitkan kain perca berukuran 1 cm x 7 cm mengelilingi bagian tengah pita yang mengkerut, kemudian kunci dengan lem tembak di bagian tengahnya.
  • Tempelkan peniti bros atau besi gantungan kunci dengan lem tembak
  • Tambahkan pernak-pernik dengan menempelkannya menggunakan lem tembak sesuai dengan keinginan


Pelatihan kewirausahaan ini diharapkan tidak hanya dilakukan bagi siswa SDN Dukun 1, namun dapat dilakukan secara mandiri oleh warga desa dalam rangka menciptakan dan meningkatkan wirausaha sembari mengurangi limbah lingkungan.

SOSIALISASI KEWIRAUSAHAAN KEGIATAN EKONOMI BAGI SISWA SDN DUKUN 1

Demak, Juli 2022 – pada 21 Juli 2022 lalu telah dilaksanakan program sosialisasi kewirausahaan bertemakan “Kegiatan dan Pelaku Ekonomi” bagi siswa SDN Dukun 1, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Program ini ditujukan untuk mengenalkan kegiatan ekonomi yang terdiri dari produksi, konsumsi, dan distribusi kepada siswa. Hal ini kami dasarkan pada urgensi rantai ekonomi sebagai fundamental dalam kehidupan sehingga mereka perlu untuk diajarkan ekonomi sejak dini.

Kegiatan dilakukan dengan antusias dari teman-teman SDN Dukun 1. Selain pemaparan materi, siswa dikenalkan dengan kegiatan ekonomi melalui simulasi pasar. Simulasi pasar dilaksanakan dengan membagi siswa dalam beberapa kelompok yang memiliki peran sebagai distributor di pasar (penjual) dan sisanya sebagai konsumen (pembeli). Siswa yang berperan sebagai penjual berdagang menggunakan foto produk yang telah dipersiapkan. Di sisi lain, baik siswa yang berperan sebagai penjual maupun pembeli diberikan uang mainan sebagai alat untuk transaksi dalam simulasi. Simulasi ini disusun mirip dengan games agar harapannya siswa dapat praktik dengan mudah memahami tata cara kerja pasar.