SOSIALISASI PENYIMPANAN DAN PERSIAPAN SERTA PENANAMAN SAYUR YANG BAIK PADA PKK DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 – Sejak pandemi COVID-19, penyimpanan dan persiapan makanan (food preparation) makanan menjadi salah satu keterampilan yang tren di kalangan ibu-ibu. Food preparation dapat dilakukan pada berbagai jenis bahan makanan salah satunya sayuran. Sayuran memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan menjadi makanan yang cukup sering dikonsumsi. 

Pada 29 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan sosialisasi food preparation serta praktik penanaman sayur yang baik kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Dukun. Kegiatan dimulai dengan penjelasan mengenai food preparation dan cara penyimpanan sayuran yang baik agar dapat bertahan lama. Setelah penjelasan, Ibu-Ibu PKK diajak untuk mempraktikkan cara penanaman sayur yang baik agar dapat memproduksi sayuran sendiri. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh Ibu-Ibu PKK Desa Dukun.


EDUKASI MP-ASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN MP-ASI BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL DI POSYANDU DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 –  Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan pendamping ASI yang diberikan kepada bayi setelah melalui ASI eksklusif selama 6 bulan. Pemberian MP-ASI yang baik menjadi salah satu upaya dalam pencegahan stunting pada anak. MP-ASI dapat dibuat dengan berbagai bahan yang mudah ditemukan, seperti ikan, ati, bayam, wortel, dan lain sebagainya.

Pada 23 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI di Pos 5 Posyandu Desa Dukun yang berlokasi di Dusun Perbalan. Edukasi dan demonstrasi diberikan di Pos 5 karena pos tersebut adalah pos yang paling banyak terdapat bayi yang masih berada di tahap ASI eksklusif dan siap memasuki masa pasca ASI eksklusif.


Kegiatan dimulai dengan kegiatan posyandu yakni pendaftaran, penimbangan berat, pengukuran panjang badan, pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat), pemberian edukasi dan imunisasi. Setelah kegiatan rutin posyandu dilakukan, Mahasiswa KKN-PPM UGM memberikan edukasi mengenai MP-ASI dan dilanjutkan dengan demonstrasi sederhana pembuatan MP-ASI. Demonstrasi MP-ASI dilakukan dengan menunjukkan cara pembuatan MP-ASI untuk bayi usia 6-9 bulan dan 9-12 bulan dengan bahan dasar nasi, ati, bayam, dan wortel. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pemberian challenge pembuatan MP-ASI. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh Ibu-Ibu Posyandu Pos 5 Desa Dukun.

KUMBANG KOKSI SEBAGAI HAMA DAN PREDATOR PADA PERTANIAN DI DESA WONOWOSO

Demak, Agustus 2022 – Potensi sumber daya agro yang ditemukan yaitu terong yang berlokasi di daerah belakang perumahan Wonowoso, Karangtengah, Demak. Tanaman terong (Solanum melongena) sendiri merupakan jenis sayuran tahunan semusim. Tanaman terong milik Bapak Rozi seluas 0,25 hektar. Beliau mengatakan bahwa terdapat OPT yang sering dijumpai, salah satunya kumbang koksi yang sering memakan daun muda tanaman terong.

Kumbang koksi dikenal sebagai sahabat petani karena beberapa anggotanya memangsa serangga hama seperti spesies aphid. Walaupun demikian, ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman, yaitu dari sub-famili Epilachninae. Kenali beberapa perbedaan kumbang koksi yang berperan sebagai hama dan berperan sebagai predator sahabat petani (musuh alami). Berikut penjelasannya:

Jenis serangga yang dapat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama tanaman pertanian adalah serangga pemakan daun dari ordo Coleoptera, yaitu kumbang koksi (Epilachna admirabilis). Kepik atau kumbang koksi adalah serangga perusak daun dan kuncup daun. Kepik lebih menyukai tempat yang rimbun dan agak gelap untuk meletakkan telurnya.

Gejala serangan hama kumbang koksi Epilachna sp. ini yaitu adanya bekas gigitan pada permukan daun bagian bawah. Pada serangan berat, bekas gigitan hama kumbang koksi ini dapat merusak semua jaringan daun, sehingga mengakibatkan daun hanya tinggal tulang-tulang daun saja. Kumbang dewasa dan larva memakan daun dapat menyebabkan kerusakan serius. Saat menjadi larva, kumbang koksi akan memakan jaringan daun dari bagian bawah, sementara ketika sudah menjadi dewasa, kumbang koksi akan memakan jaringan daun dari bagian atas. Hama ini dapat menyebabkan kerontokan daun yang hebat dan kehilangan hasil panen yang tinggi dan oleh karenanya hama ini merupakan salah satu hama terong yang paling berbahaya.

Gejala kerusakan kumbang koksi

Strategi Pengendalian

  1. Pengendalian Hayati

Jika memungkinkan di alam masih terdapat musuh alami dari kumbang koksi bisa dimanfaatkan sebagai pengendalian hayati. Contoh dari predator kumbang koksi yaitu Tawon Prasit dari family Pediobius. Kemudian dapat menggunakan biopestisida seperti bakteri Bacillus thurengiensis atau jamur Aspergillus spp. dapat digunakan sebagai aplikasi semprotan daun.

  1. Tindakan Pencegahan
  • Hindari menanam terong di lahan atau di sekitar lahan yang terserang
  • Pilih dan hancurkan larva dan kumbang dewasa yang ditemukan di lahan
  • Sanitasi (pembersihan) lahan tanaman terung
  1. Pengendalian Kimiawi

Pengendalian ini digunakan ketika sudah mempertimbangkan pengendalian hama secara terpadu (PHT). Contoh pengendalian kimiawi yaitu dapat menggunakan insektisida yang mengandung dimethoate, fenvelarate, malathion dapat diaplikasikan pada daun.

 

Sumber referensi:

Muis,A., Suriani., S.H.Kalqutni, dan N.Nonci. 2018. Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung dan

Upaya Pengendaliannya. Yogyakarta: Deepublish.

Semangun,H. 2008. Penyakit-penyakit tanaman pangan di Indonesia (Edisi Kedua). Yogyakarta :

Universitas Gadjah Mada Press.