
PHT adalah suatu teknik pengendalian hama dengan manipulasi agroekosistem secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai macam taktik pengendalian yang sesuai dan dilakukan dengan bijaksana secara terpadu sehingga populasi serangga hama dapat ditekan sampai tidak merugikan secara ekonomi.


PHT tidak mengandalkan kepada satu cara saja, tetapi mengombinasikan berbagai cara, yaitu Pertama dengan Penggunaan Pupuk Organik atau Bokhasi menjadi Pupuk Utama dalam kegiatan ini sehingga Penggunaan Pupuk Kimia bisa berkurang dan insektisida di dalam program PHT ini pun tidak lagi digunakan. Yang Kedua Menggunakan Benih unggul disini menggunakan Varietas Inpari 42 yang lebih tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yakni hama tungro, wereng batang coklat (WBC), dan hawar daun bakteri, Ketiga Menanam Tanaman Refugia dan bunga matahari atau sejenisnya. Pengendalian cara ini diharapkan seminimal mungkin mengganggu musuh alami. Keempat menggunakan Agensi Hayati atau Pupuk Organik Cair (POC) dan Kelima Menerapkan Sisten Tanam Jajar Legowo.
Dalam kegiatan PPHT ini masalah utama adalah Air, dimana semua Petani menggunakan Pompa Air untuk mencukupi kebutuhan air, sedangkan hama yang dikendalikan yaitu tikus yang banyak menyerang tanaman padi dan untuk pengendaliannya dilakukan sanitasi lingkungan hamparan dengan melalui gropyokan guna membersihkan sarang dan lubang tikus. Selain itu dengan pemberian umpan beracun sejak tanaman padi masih muda.
Kegiatan ini sudah berjalan dengan baik di Desa Pulosari Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak
