Widodo mengatakan , perlu inovasi dalam manajemen bencana untuk mengatasi banjir dan kekeringan. Memanen air hujan, bisa menyelesaikan dua hal itu sekaligus. Sayangnya, kesadaran mengelola dan memanfaatkan air hujan belum meluas.
“Tantangan mengubah pola pikir masyarakat yang semula tidak peduli air hujan jadi peduli. Banyak manfaat bisa diambil dari pengolahan yang tepat air hujan ini,” katanya, juga ketua panitia kongres ini.
Dengan inovasi yang dilihatnya dari Media, dia memperkenalkan alat penampung air hujan yang bisa dipakai rumah tangga.Dengan modifikasi sederhana, toren air jadi alat penampung air hujan dari atap rumah.
“Ada penyaring daun, penyaring debu kasar, penyaring debu halus.Ada pipa yang menyalurkan kelebihan isi tangki ke sumur resapan atau sumur langsung.Kalau sudah punya sumur tak perlu bikin sumur resapan, langsung masukkan ke sumur,” katanya.
Jadi, katanya, sumur selama enam bulan terisi oleh air hujan.Saat kemarau, sumur bisa pompa lagi, sekaligus bersedekah air kepada tetangga.


