LAPANGAN SUROWANGI, “DUKUN SPORT CENTER”

Demak, Juli 2022 – Berlokasi di jalan masuk Desa Dukun, Lapangan Olahraga Desa Dukun sangat mudah diakses bagi seluruh warga desa. Aksesnya yang mudah membuat lapangan desa yang memiliki nama “Lapangan Surowangi” ini menjadi sentra olahraga masyarakat Desa Dukun. Sentra olahraga yang bertempat di depan balai desa ini memiliki beberapa lapangan olahraga, yaitu: lapangan sepakbola, lapangan voli, dan lapangan sepak takraw.

 

Setiap sorenya, Lapangan Surowangi selalu ramai oleh warga untuk berolahraga. Pemuda menjadi golongan warga yang sering menghidupkan kegiatan olahraga di area lapangan. Supriadi, Wakil Ketua Karang Taruna Desa Dukun, mengungkapkan bahwa Lapangan Surowangi ini memang selalu ramai oleh warga ketika sore hari terutama pada hari minggu untuk melakukan olahraga atau hanya duduk-duduk di sekitar lapangan.



Kegiatan warga di lapangan selalu menyita perhatian warga lain yang berlalu-lalang. Biasanya, pertandingan sepakbola diadakan di lapangan ini setiap minggu sore. Pertandingan-pertandingan lain pun dilakukan oleh kelompok-kelompok pemuda Desa Dukun. Tak jarang, kelompok olahraga desa lain datang untuk bermain atau bertanding di kompleks olahraga desa dukun ini.

Diharapkan Lapangan Surowangi dapat menjadi ikon dan sarana berkumpul serta berolahraga masyarakat, baik dari Desa Dukun maupun luar Desa Dukun.

EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI KEGIATAN CUCI TANGAN 6 LANGKAH DAN SWAB TEST DI SDN DUKUN 1

Demak, Juli 2022 – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu kebiasaan yang perlu ditanamkan sejak dini, terutama pada era new normal ini. Pada Senin, 18 Juli 2022 telah dilaksanakan kegiatan edukasi PHBS melalui kegiatan cuci tangan 6 langkah dan swab test di SDN Dukun 1. Kegiatan edukasi diberikan kepada kelas IV A dan kelas IV B. 

Sesuai dengan konsep golden circle yang membantu seseorang dalam memahami alasan mengapa seseorang melakukan suatu kegiatan, edukasi dimulai dengan kegiatan swab test. Swab test dilakukan dengan mengusap jari ke dalam botol yang terdapat media agar, tempat bakteri berkembang biak. Setiap kelas dibentuk beberapa kelompok yang berisi 3 – 4 orang. Dalam satu kelompok terdapat 1 – 2 orang yang mengusap jarinya dalam kondisi belum cuci tangan, 1 orang mengusapkan jari dalam kondisi tangan di disinfektan (menggunakan hand sanitizer), dan 1 orang mengusapkan jari setelah cuci tangan. Media agar didiamkan selama 2 – 3 hari dan akan terlihat pertumbuhan bakteri. Media agar untuk tangan yang belum dicuci akan terlihat banyak bintik hitam, menunjukkan banyaknya bakteri pada tangan yang belum dicuci. Sementara itu, untuk media agar untuk tangan yang sudah cuci tangan atau di disinfektan hanya akan terlihat sedikit bintik hitam. Dari kegiatan tersebut anak-anak mendapatkan alasan mengapa cuci tangan itu penting.

Kegiatan edukasi dilanjutkan dengan 6 langkah cuci tangan. Cuci tangan dipraktikkan dengan simulasi menggunakan latex dan pewarna makanan. Pewarna makanan dituangkan ke tangan yang menggunakan latex. Anak-anak diminta untuk melakukan 6 langkah cuci tangan dan terlihat dengan 6 langkah tersebut maka sabun yang disimulasikan dengan pewarna makanan dapat mengenai seluruh permukaan tangan. 

Acara berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusias yang tinggi dari anak-anak kelas IV SDN Dukun 1.

EDUKASI MPASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN MPASI BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL

Demak, Juli 2022 – Mahasiswa KKN-PPM UGM 2022 Unit JT-067 Karangtengah berkesempatan memberikan edukasi terkait MPASI kepada ibu-ibu balita di posyandu Daun Kulon, Wonowowo, Karangtengah, Demak. MPASI merupakan Makanan Pendamping Air Susu Ibu yang diberikan saat anak berusia 6 tahun untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi anak.

Edukasi MPASI

Makanan sehat, termasuk MPASI tidak selalu berbicara soal bahan yang mahal dan sulit ditemui. MPASI dapat dibuat dari bahan pangan lokal yang mudah ditemui di pasaran. Bahan MPASI yang bisa digunakan diantaranya adalah ikan kembung, sayur bayam, wortel, dan ayam. Minyak yang digunakan dapat menggunakan minyak yang dihasilkan dari kulit ayam, kulit udang, maupun minyak kemiri.

Praktik Pembuatan MPASI

Kegiatan diawali dengan penjelasan lengkap perihal MPASI dan dilanjutkan dengan praktik menghaluskan MPASI untuk anak sesuai umur. Tekstur MPASI dapat berbeda tergantung usia anak. Tekstur MPASI dapat berupa sarung (puree), lumat (mashed), cincang halus (chopped), finger foods, dan makanan keluarga. Dengan diadakannya kegiatan edukasi ini, diharapkan dapat mendongkrak kesadaran masyarakat akan pemberian makanan sehat kepada anak serta sebagai upaya meningkatkan gizi anak di Desa Wonowoso, Karangtengah, Demak.

 

Leaflet Edukasi MPASI