BERANDA

PENGENALAN MACAM MIKROORGANISME DAN PERANNYA DI SDN DUKUN 1

Posted on

Demak, Agustus 2022 – Pada 19 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi mengenai pengenalan macam-macam mikroorganisme dan perannya dalam bidang pertanian dan kesehatan di SDN Dukun 1 khususnya pada kelas VI A dan VI B. Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang tidak kasat mata yang berada disekitar kita. Mikroorganisme memiliki dampak buruk seperti menyebabkan penyakit tetapi juga dampak baik seperti berperan penting khususnya di bidang pertanian dan kesehatan seperti berperan dalam menunjang pertumbuhan tanaman, pembuatan yoghurt, pembuatan obat, dan lain sebagainya.

Kegiatan dimulai dengan menjelaskan pengertian mikroorganisme, macam-macam mikroorganisme, perbedaan antar jenis mikroorganisme, dan peran bakteri. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan yoghurt secara sederhana sebagai salah satu bentuk peran mikroorganisme yang menguntungkan. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh anak-anak kelas VI SDN Dukun 1.


KKN-PPM UGM 2022

INTIP BU SAROH: BERAWAL DARI MELIHAT PELUANG USAHA

Posted on

Demak, Agustus 2022 – Berawal dari piknik ke Solo, Bu Saroh kini menjadi salah satu penjual intip goreng yang mempunyai banyak pelanggan. Saat piknik ke Solo Bu Saroh tertarik membeli oleh-oleh berupa intip goreng. Dari rasa penasarannya beliau bertanya berapa harga setoran intip goreng kepada penjual. Melihat peluang yang besar, akhirnya Bu Saroh tertarik menjadi penyetor intip ke Solo. Di Wonowoso, Bu Saroh membeli intip kemudian disetor ke Solo. Saat itu setorannya cukup banyak.

Perjalanan Demak-Solo yang cukup jauh membuat intip Bu Saroh banyak  yang hancur sehingga ditolak pembeli. Tidak ingin intipnya dibuang, Bu Saroh iseng menggoreng intip yang hancur. Awalnya suami Bu Saroh melarang dan memandang sebelah mata. Akan tetapi, Bu Saroh tetap menggoreng intip tersebut dan mengemasnya dengan plastik kecil. Tidak berhenti di situ, Bu Saroh menawarkannya ke masyarakat sekitar dan ternyata banyak peminatnya.

Sampai saat ini, Bu Saroh sudah menekuni usaha ini selama 21 tahun. Setiap hari Bu Saroh dibantu 1 orang dan anak-anaknya untuk meproduksi kurang lebih 25 kg intip goreng. Beliau sudah tidak lagi menjadi penyetor ke Solo tetapi menerima pesanan dari masyarakat sekitar, menjual di warung, dan pasar. Usaha ini terus berkembang dan diminati masyarakat karena Bu Saroh selalu memperhatikan kualitas produknya dengan menggunakan minyak berkualitas.

Bagi yang ingin mencicipi intip goreng Bu Saroh dapat datang langsung ke Wonowoso RT 03/III atau menghubungi 081325756300

BERANDA

KENALI, AMATI, DAN KENDALIKAN OPT UTAMA PADA JAGUNG (Zea mays) DESA WONOWOSO

Posted on

Demak, Agustus 2022 – Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting selain gandum dan padi. Terdapat sepetak tanaman jagung yang ditemukan berada di daerah Perumnas Desa Wonowoso sekitar 0,1 hektar milik Bapak Sholikin. Upaya peningkatan produksi pertanian terkadang mengalami kendala biotik dan abiotik. Kendala abiotik meliputi kekeringan, kekurangan unsur hara, kemarau dan lain sebagainya. Sementara kendala abiotik berupa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Beberapa spesies OPT baik hama maupun patogen menjadi OPT penting pada suatu jenis tanaman, contoh OPT yang ditemukan ialah Oomycetes Peronosclerospora spp. penyebab penyakit bulai pada tanaman jagung, kumbang koksi sebagai hama tanaman, dan predator seperti capung dan semut.

Penyakit Bulai Jagung

OPT penting yang menyebabkan kerusakan utama tanaman jagung yaitu penyakit bulai. Menurut (Muis et al., 2018), penyakit ini menyerang tanaman jagung mulai tanaman muda hingga menghasilkan malai. Penyakit bulai juga dapat menginfeksi jenis rumput-rumputan selain pada jagung. Rumput inang terinfeksi penyakit bulai merupakan tempat patogen bertahan di luar musim tanam jagung. Penularan penyakit ini yaitu spora pada tanaman jagung terbawa oleh angin di pagi hari.

Gejala infeksi dari penyakit bulai jagung dapat dilihat pada gambar diatas yaitu daun tanaman menunjukkan gejala garis-garis putih hingga kuning yang menjadi nekrotik pada daun. Peronosclerospora spp. menyerang tanaman masih muda, gejala mulai ditemukan saat tanaman berumur 2-3 MST. Penyakit dapat dikenali dengan terbentuknya struktur jamur menyerupai tepung pada permukaan daun. Menurut (Semangun, 2008), tanaman yang terinfeksi pada waktu masih sangat muda biasanya tidak membentuk buah. Bila menginfeksi pada tanaman tua, tanaman dapat tumbuh terus dan membentuk buah. Tetapi, buah sering mempunyai tangkai yang panjang, dengan kelobot yang tidak menutup pada ujungnya, dan hanya membentuk sedikit biji. Hal ini sesuai dengan kondisi pertanaman jagung di Desa Wonowoso, dimana tanaman jagung yang ditemukan berumur sekitar 80 HST (Hari setelah tanam).

Rekomendasi Pengendalian

  1. Sanitasi lingkungan

Lahan jagung yang ditemukan terlihat banyak rumput-rumput yang dapat berperan sebagai gulma yang dapat menjadi sumber inoculum pertanaman sehingga menyebabkan kerugian tanaman utama. Hal ini, petani sangat dianjurkan untuk sanitasi lingkungan sekitar dengan mencabuti rumput di lahan.

  1. Penggunaan varietas tahan penyakit bulai

Penggunaan varietas tahan seperti jagung hibrida varietas Bima-1, Bima-3, 1. Bima-9, Bima-14 dan Bima-15 serta jagung komposit varietas Lagaligo.

  1. Rotasi tanaman

Rotasi tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup dari jamur penyebab penyakit

  1. Penggunaan fungisida yang efektif dengan perlakuan benih

Komponen pengendalian penyakit bulai yang umum dilakukan selama ini adalah perlakuan benih dengan fungisida saromil atau ridomil yang berbahan aktif metalaksil, karena praktis dan mudah dilakukan, bahkan petani tidak perlu melakukan tindakan apapun, hanya menanam benih jagung yang sudah diberi perlakuan fungisida. Biasanya benih jagung yang diperjualbelikan sudah diberi perlakuan fungisida metalaksil.