PEMANFAATAN KOTORAN AYAM MENJADI PUPUK KANDANG


Demak, Agustus 2022 –
Potensi ternak ayam di Desa Dukun merupakan potensi besar yang memberikan banyak manfaat bagi warga desa, terkhusus kepada para peternak. Ternak ayam ini menghasilkan ayam pedaging yang dapat dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan daging ayam di berbagai daerah. Namun, potensi ternak ayam ini tentunya menghasilkan sisa atau residu ternak berupa kotoran ayam.

Bapak Sukono sebagai salah satu pemilik kandang ternak ayam menyampaikan bahwa kotoran ayam tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kandang organik yang dapat menyuburkan tanah. Akan tetapi, sampai sekarang ini, kotoran ayam itu masih dikirim ke luar daerah Demak untuk diolah menjadi pupuk kandang. Oleh karena itu, bersama warga, mahasiswa KKN UGM membuat pupuk kandang tersebut dari kotoran ayam.

Pembuatan pupuk kandang dari kotoran ayam ini cukup mudah. Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:

  1. Kotoran ayam 1 karung (25 kg)
  2. Larutan EM4 1 botol
  3. Molase 1 botol (1 liter)
  4. Karung atau terpal
  5. Pengaduk atau sarung tangan

Proses pembuatan pupuk kandang dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

  1. Mencampurkan larutan EM4 dan Molase dengan perbandingan 1:1 dalam satu wadah yang kemudian didiamkan selama kurang lebih 24 jam agar bereaksi.
  2. Menuangkan larutan tersebut ke kotoran ayam yang telah disiapkan di atas terpal atau karung
  3. Mengaduk larutan yang telah tercampur kotoran ayam dengan hingga merata kemudian campuran tersebut ditutup rapat untuk mempercepat pengomposan
  4. Mengaduk secara rutin setiap 1-3 hari sekali untuk mengeluarkan gas amonia yang terbentuk dari hasil pengomposan
  5. Tunggu sampai kurang lebih 1 bulan agar pupuk dari kotoran ayam jadi
  6. Setelah itu, pupuk kandang siap digunakan untuk penambah nutrisi tanah

Diharapkan pupuk kandang yang telah dibuat oleh mahasiswa KKN dapat diteruskan oleh para warga desa sehingga dapat digunakan untuk menyuburkan tanah.

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA WONOWOSO BERSAMA KKN-PPM UGM

Demak, Agustus 2022 – Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan berkumpul bersama Karang Taruna Desa Wonosowo untuk mengadakan edukasi budidaya mikroalga di lahan sempit, edukasi ternak cupang mudah, serta edukasi landscaping pekarangan rumah pada Karang Taruna. Kegiatan tersebut diadakan pada 6 Agustus 2022 bertempat di Balai Desa Wonowoso.

Berdasarkan observasi yang dilakukan, rumah-rumah warga Desa Wonowoso masih memiliki pekarangan yang cukup luas sehingga dapat dimanfaatkan. Salah satu bentuk pemanfaatan yang dapat dilakukan adalah landscaping pekarangan. Lanskap sering diartikan sebagai taman. Perancangan taman perlu dilakukan pemilahan dan penataan secara detail pada elemen-elemennya, agar taman dapat berfungsi maksimal dan estetik. Apabila pemanfaatan landscaping pekarangan berjalan dengan baik, maka akan memunculkan berbagai manfaat berupa peningkatan perekonomian masyarakat sekitar, meningkatkan konservasi lingkungan, atau sekadar meningkatkan ilai estetika dan keindahan alam.

Selain pemanfaatan landscaping pekarangan, hal yang dapat dilakukan pada bidang terbatas adalah budidaya mikroalga. Mikroalga merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang memiliki kemampuan fotosintesis menggunakan sinar matahari dan karbon dioksida serta menghasilkan biomassa dan oksigen. Mikroalga dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi, minyak, produk pangan, produk medika, dan produk bioremediasi.

Sementara itu, sebagaimana yang tekah diketahui bahwa ikan cupang saat ini dibudidaya bukan sekadar menyalurkan hobi, namun menjadi sumber rintisan usaha. Edukasi ikan cupang dipilih karena ikan cupang merupakan jenis ikan hias air tawar yang cukup terkenal, indah, dan mudah dirawat. Ikan cupang memiliki kelebihan bertahan tanpa adanya suplai oksigen secara langsung sehingga dapat bertahan hidup dalam air yang tidak diberi aerasi. Pada rangkaian terakhir acara bersama karang taruna diadakan sesi kuis yang diramaikan dengan pembagian hadian berupa sepasang ikan cupang bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar.

PERKEMBANGAN TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA WONOWOSO, KECAMATAN KARANGTENGAH, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH

Demak, Agustus 2022 – Kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah menjadi tempat untuk berkebun telah banyak dilakukan masyarakat sejak pandemi bermula. Selain untuk mengisi waktu luang daripada berdiam diri di rumah, berkebun di pekarangan juga bermanfaat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Jenis komoditas yang banyak ditanam di pekarangan rumah yaitu komoditas hortikultura. Hortikultura merupakan cabang ilmu pertanian yang membahas mengenai tanaman buah, sayur, dan tanaman hias. Kata hortikultura berasal dari bahasa latin yakni hortus yang diartikan sebagai taman dan colere yang artinya untuk menumbuhkan.

Jenis tanaman hortikultura yang banyak ditanam masyarakat di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak yaitu tanaman terong dan cabai. Tanaman terong (Solanum melongena L.) merupakan tanaman semusim yang termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman terong dapat tumbuh hingga ketinggian 40–150 cm. Memiliki daun dengan panjang 10–20 cm dan lebar 5–10 cm. Tanaman terong dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dengan ketinggian 0–1200 mdpl. Tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman terong adalah tanah lempung dan memiliki kandungan unsur hara yang cukup. Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman terong antara 25–30° C. Berbagai jenis terong yang dibudidayakan di Indonesia yaitu terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan, dan terong jepang.

Jenis tanaman lain yang banyak dibudiayakan di Desa Wonowoso yaitu tanaman cabai. Tanaman cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman perdu yang termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman cabai dapat tumbuh pada dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian tempat 0-1250 mdpl. Tanaman cabai dapat tumbuh hingga ketinggian 120 cm. Suhu udara yang cocok bagi pertumbuhan tanaman cabai berkisar antara 18–30° C. Kelembaban udara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman cabai yaitu antara 60–80%. Kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanman cabai yaitu tanah lempung berpasir dengan derajat keasaman (pH) antara 6–7. Berbagai jenis cabai yang banyak ditanam di Indonesia yaitu cabai merah besar, cabai keriting, cabai rawit, dan cabai hijau besar.

Dalam perkembangannya, komoditas hortikultura memiliki berbagai manfaat terutama bagi masyarakat Desa Wonowoso. Tanaman terong yang ditanam di Desa Wonowoso dapat digunakan sebagai bahan makanan sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Tanaman terong memiliki berbagai kandungan gizi seperti protein, karbohidrat, serat, lemak, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan magnesium. Tanaman terong juga memiliki manfaat untuk kesehatan antara lain dapat menekan risiko penyakit jantung, mencegah penyakit diabetes, menurunkan berat badan, dan melancarkan sistem pencernaan. Sedangkan tanaman cabai yang ditanam oleh masyarakat Desa Wonowoso dapat digunakan sebagai bahan tambahan masakan. Tanaman cabai juga memiliki kandungan gizi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B6, protein, karbohidrat, dan lemak. Manfaat yang dimiliki tanaman cabai bagi kesehatan yaitu tanaman cabai dapat digunakan sebagai penghilang rasa sakit, detoksifikasi, penurun berat badan, melancarkan pernapasan, dan mencegah penyakit jantung.

INTRUSI AIR ASIN KE LAHAN TANI DESA WONOWOSO, MEMBUKA PELUANG PENERAPAN MINA PADI DAN SURJAN SEBAGAI BENUK ADAPTASI KONDISI

Demak, Agustus 2022 – Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 melakukan observasi dan analisis isu pertanian yang terjadi di Desa Wonowoso yakni desa yang berada di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN-PPM UGM. Desa Wonowoso merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Desa ini dikenal sebagai kawasan yang cukup ramai karena dilewati oleh Jalan Nasional Rute 1 atau dikenal juga dengan Jalur Pantai Utara (Pantura). Selain itu, daerah Desa Wonowoso juga dikenal sebagai rute wisata karena di arah barat laut terdapat lokasi wisata di Desa Tambakbulusan. Secara potensi dalam bidang agro, Desa Wonowoso memiliki luas lahan pertanian yang cukup luas. Meskipun termasuk daerah yang ramai lalu lintas, tetapi kegiatan bercocok tanam masih terus berlanjut dan lahan pesawahan masih sangat luas. Akan tetapi, potensi agro yang dimiliki oleh Desa Wonowoso kini terancam oleh intrusi air laut yang mengakibatkan meningkatknya permukaan air laut terlebih saat terjadi air rob.

Lahan Pertanian di Desa Wonowoso yang Mulai Mengalami Kerusakan Akibat Intrusi Air Asin (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kenaikan permukaan air laut mengakibatkan sebagian besar wilayah pertanian terutama pesawahan di Wonowoso terendam oleh air payau yang datang akibat terjadinya intrusi air laut. Dampak buruk yang dirasakan masyarakat terlebih para petani dari terjadinya intrusi laut ini adalah kegagalan panen secara masif di berbagai macam komoditas pertanian yang ditanam di area terdampak kenaikan air laut di Desa Wonowoso. Kegagalan panen tersebut diakibatkan oleh naiknya kadar garam atau salinitas air di wilayah pertanian. Menurut Hendri dan Saidi (2020), salinitas merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Kenaikan salinitas air merupakan hal sensitif yang bagi sebagian besar tanaman pertanian. Kenaikan salinitas ini mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman di berbagai fase, baik di fase perkecambahan, pertumbuhan benih, vegetatif, dan generatif karena efek osmotik dan toksik ion garam. Unsur ion Na (Natrium) yang terdapat pada air dengan tingkat salinitas yang tinggi juga mengakibatkan menurunnya ketersediaan kandungan unsur hara dalam tanah seperti Ca (Kalsium), Mg (Magnesium), dan K (Kalium). Oleh karena itu, perlu dilakukan alih fungsi lahan agar wilayah pertanian yang sudah mulai tidak produktif ini dapat tetap memberikan manfaat dan menjadi ladang mencari nafkah bagi masyarakat setempat yang salah satunya adalah dengan membudidayakan ikan.

Kondisi wilayah pertanian yang semakin terendam air payau dapat dilihat sebagai peluang karena semakin tersedianya sumber daya air di wilayah Desa Wonowoso, meskipun air tersebut membawa dampak buruk bagi sektor pertanian. Salah satu peluang yang muncul dari kondisi ini adalah peluang untuk meningkatkan potensi perikanan. Wilayah pertanian dengan air menggenang yang melimpah dapat digunakan untuk pembuatan sistem pertanian yang terintegrasi dengan perikanan, contohnya adalah mina padi. Mina padi adalah metode pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman padi untuk meningkatkan produktiitas lahan dan efisiensi pengunaan lahan yang tersedia (Lestari dan Bambang, 2017). Sistem pertanian mina padi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sistem pertanian biasa yaitu selain dapat memanen padi juga dapat memanen ikan, hama dalam tanaman dapat dibasmi oleh ikan, dan feses ikan yang dikeluarkan dapat menjadi pupuk bagi tanaman. Untuk kasus di lahan pertanian Desa Wonowoso, mina padi dapat dilakukan dengan memelihara ikan yang memiliki ketahanan salinitas yang tinggi, contohnya adalah komoditas unggul yakni ikan nila salin (Oreochromis niloticus).

Di samping dapat diterapkan sistem pertanian mina padi, sistem surjan juga dapat menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan lahan pertanian yang terendam air payau di Desa Wonowoso. Sistem surjan adalah sistem pertanian dengan cara menerapkan perbedaan ketinggian lahan untuk menanam jenis komoditas tanaman yang berbeda untuk mengakali lahan pertanian yang terendam oleh air. Disebut dengan surjan karena sistem pertanian ini memiliki pola tanam yang mirip dengan lurik pada baju surjan (Danarto, 2019). Lahan bagian atas biasanya ditanami dengan tanaman palawija, hortikultura, dan tanaman perkebunan. Sedangkan, lahan bagian bawah dapat ditanami dengan padi. Dengan adanya sistem pertanian mina padi dan surjan, maka selain dapat melakukan diversifikasi produksi, kegagalan total panen juga dapat dihindari karena terdapat komoditas yang tahan dan terhindar dari genangan air payau yang tengah melanda sebagian besar lahan pertanian di Desa Wonowoso sehingga apabila padi yang ditanam mengalami kegagalan panen, masih ada komoditas perikanan dan pertanian  lainnya yang masih bisa dinikmati dan dimanfaatkan.

 

Daftar Pustaka:

Danarto, H. 2019. Lahan Surjan, Kearifan Lokal yang Menguntungkan. https://dpkp.jogjaprov.go.id/baca/Lahan+Surjan%2C+Kearifan+Lokal+Yang+Menguntungkan/250719/2e30befd5970849746ed059fd44261974fcfc2aa18f80ef548b707869cb1515f37. Diakses 9 Agustus 2022.

Hendri, J. dan Busyra B. S. 2020. Pengaruh Ameliorasi Lahan yang Terkena Intrusi Air Laut terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020. 605 – 615.

Lestari, S. dan Aziz N. B. 2017. Penerapan Minapadi dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Proceeding Biology Education Conference. 14: 70 – 74.

 

BUKU PROFIL UMKM DESA DUKUN, KARANGTENGAH, DEMAK

Demak, Agustus 2022 – Selama dua minggu pertama bulan Juli, tepatnya tanggal 3 – 16 Juli 2022 telah dilakukan survei terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Survei ini dilakukan oleh tim KKN UGM yang bertempatkan di Desa Dukun guna mengetahui pemetakan dan ragam usaha yang berkembang di Desa Dukun. 

Melalui survei tersebut, dapat diketahui bahwa umumnya terdapat 4 jenis usaha di Desa Dukun, yaitu usaha ternak, garmen, percetakan, dan minuman jamu. Usaha ternak umumnya berupa penyediaan lahan untuk kandang dan pembiakan ayam serta entok. Terkait perawatan dan pemasaran, pelaku usaha bermitra dengan perusahaan pengolahan daging tertentu. Untuk usaha jamu, mayoritas produksi jamu dilakukan secara tradisional dengan bahan-bahan alami tanpa pengawet. Jamu ini dipasarkan dengan berkeliling menggunakan sepeda atau digendong sehingga sering disebut jamu gendong. Selain itu, usaha garmen di Desa Dukun berbentuk pengolahan limbah kain perca menjadi kerajinan seperti bantal, tas, dan keset. Namun, ada juga jenis usaha garmen yang menghasilkan custom order tas berupa tas jahit. Jenis usaha terakhir adalah percetakan bernama Widia Offset dengan skala menengah yang mencetak kalender hingga buku pelajaran.

Hasil dari pemetakan ini akan dituangkan dalam suatu buku profil UMKM. Buku profil ini berguna untuk mengenalkan aneka usaha yang berkembang di Desa Dukun sehingga masyarakat dapat mengetahui ciri khas usaha Desa Dukun. Hal ini juga ditujukan agar masyarakat yang telah mengenal usaha di Desa Dukun akan tertarik dan berminat untuk membeli produk lokal tersebut.

LINK PDF BUKU PROFIL :

https://drive.google.com/file/d/1a9gxAFZccjNvLV73qqEFBxBXySz9yAHY/view?usp=sharing

CEK KESEHATAN BAGI LANSIA DI DESA DUKUN

 

Demak, Agustus 2022 – Pemeriksaan atau cek kesehatan adalah salah satu hal yang perlu dilakukan siapa saja, baik yang dalam keadaan sehat maupun yang punya keluhan-keluhan tertentu. Pemeriksaan kesehatan menjadi semakin penting ketika sudah menginjak usia lanjut atau di atas 60 tahun. Proses penuaan yang terjadi menyebabkan lansia lebih rentan terhadap berbagai penyakit terutama penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan lain sebagainya.

Pada 29 Juli 2022, mahasiswa KKN-PPM UGM bersama Puskesmas Karangtengah dan bidan serta kader kesehatan desa mengadakan pemeriksaan kesehatan untuk lansia di Desa Dukun. Kegiatan dilaksanakan di rumah Kepala Desa dan dihadiri oleh 50 orang lansia. Kegiatan berlangsung selama 2 jam. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, tekanan darah, dan kadar gula darah. Di akhir pemeriksaan, lansia diberikan obat-obatan sesuai skrining hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan.

Sebagai bentuk upaya pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM) pada lansia, juga diadakan senam di akhir kegiatan. Senam yang dilakukan bertujuan untuk pencegahan stroke. Senam dipimpin langsung oleh mahasiswa KKN dan kader kesehatan desa. Berdurasi sekitar 5 menit, senam tersebut diikuti dengan semangat dan antusias oleh para lansia.

 

 

POSBINDU PTM DESA WONOWOSO

Demak, Agustus 2022 – Masalah kesehatan masyarakat menjadi isu yang sudah tidak asing seiring dengan meningkatnya kasus PTM. PTM merupakan penyakit tidak menular yang tidak disebabkan oleh infeksi kuman seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit patu, dan kanker. Mahasiswa KKN-PPM UGM 2022 turut menyukseskan kegiatan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Penyakit Tidak Menular di Desa Wonowoso. Posbindu PTM merupakan kegiatan deteksi diri dan pemantauan risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Posbindu PTM Desa Wonowoso diselenggarakan pada 28 Juli 2022 bertempat di Aula Balai Desa Wonowoso.

Screening Kesehatan

Kegiatan meliputi pemeriksaan gula darah, pengukuran tekanan darah, dan penimbangan berat badan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk segera menindak lanjuti secara dini apabila muncul faktor risiko yang ditemukan saat cek kesehatan serta segera dirujuk menuju pasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pencatatan dilakukan dengan teliti sebagaimana arahan yang diberikan oleh kader kesehatan, bedan desa, serta petugas Puskesmas Karangtengah. Kegiatan dilanjutkan dengan senam jantung lansia. Bertambahnya usia pada lansia menyebabkan adanya penurunan fungsi fisik dan psikologis. Sehingga dibutuhkan adanya senam jantung bagi lansia untuk meningkatkan kebugaran jasmani.

Mahasiswa KKN-PPM UGM turut memperkenalkan kepada peserta Posbindu PTM Desa Wonowoso mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (hipertensi dan diabetes melitus). Suatu keadaan di mana tekanan darah sistolik  ≥40 mmHg dan atau tekanan darag diastolik ≥90 mmHg dapat dikenali sebagai penyakit hipertensi. Sementara itu, diabetes melitus itandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal.  Peserta diperkenalkan dengan faktor risiko, gejala, serta komplikasi yang diderita akibat hipertensi serta diabetes melitus. Kegiatan diakhiri dengan edukasi terkait konsumsi gula, garam, dan lemak. Dalam satu hati, gula hanya diperkenankan sebanyak 4 sendok makan, garam sebanyak 1 sendok teh, serta lemak sebanyak lima sendok.


SOSIALISASI DAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PRODUKSI GANTUNGAN KUNCI DAN BROS DARI LIMBAH KAIN PERCA BAGI SDN DUKUN 1

Demak, Juli 2022 – pada 20 Juli 2022 lalu telah dilaksanakan program pelatihan kewirausahaan bagi siswa SDN Dukun 1, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Pelatihan kewirausahaan ini berbentuk sosialisasi dan pendampingan bagi siswa SDN Dukun 1 Demak dalam membuat kerajinan gantungan kunci dan bros dari limbah kain perca. Limbah kain perca didefinisikan sebagai sisa kain yang telah tidak digunakan kembali. Siswa diajarkan untuk menciptakan nilai suatu barang dengan mengolah limbah kain perca sehingga dapat dijual kembali. Kewirausahaan berbasis sociopreneur ini bertumpu pada penciptaan nilai barang dengan mengurangi sampah melalui reuse (penggunaan kembali).

Di sisi lain, wilayah Desa Dukun memiliki banyak sekali potensi usaha, salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pengolahan limbah kain perca itu sendiri menjadi barang bernilai guna tinggi, seperti bantal, tas, gantungan kunci, dan sebagainya. Namun, untuk menjadi seorang wirausaha diperlukan keterampilan, pembiasaan, dan motivasi. Tujuan dari pelatihan di SDN Dukun 1 ini mencakup menumbuhkan motivasi bagi siswa untuk kelak menjadi pelaku sociopreneur.

Selama proses pelatihan, siswa sangat antusias dalam membuat kerajinan gantungan kunci dan bros dari kain perca. Mereka sangat bersemangat dalam mencoba hal baru ini. Gantungan kunci dan bros yang dibuat bersifat sederhana sehingga mudah diikuti oleh siswa, yaitu berbentuk pita. Berikut ini dipaparkan alat dan bahan serta tata cara pembuatan kerajinan tersebut dari limbah kain perca.

Alat dan bahan:

  • Kain perca berukuran 9 cm x 15 cm
  • Kain perca berukuran 1 cm x 7 cm
  • Benang jahit
  • Jarum jahit
  • Lem tembak
  • Hiasan pernak pernik
  • Gantungan besi untuk gantungan kunci atau peniti bros

Tata cara pembuatan

  • Bentangkan kain perca berukuran 9 cm x 15 cm secara horizontal, lalu lipat bagian atas sebanyak dua kali ke bagian bawah sehingga bertumpuk membentuk kain berukuran 3 cm x 15 cm
  • Bentangkan kain tersebut secara horizontal, lalu lipat bagian ujung kanan ke tengah dan ujung kiri ke tengah. Keduanya bertemu dan bertumpuk sedikit di tengah.
  • Pada bagian tengah tersebut jahit dengan memasukkan jarum jahit dari ujung atas ke bawah dan menariknya hingga bagian tengah kain tersebut mengkerut
  • Gulung sisa benang pada jarum jahit mengelilingi bagian tengah yang mengkerut tersebut, kemudian kunci jahitan dengan ikatan jahit. Rapikan dengan menggunting sisa benang yang berhamburan
  • Lilitkan kain perca berukuran 1 cm x 7 cm mengelilingi bagian tengah pita yang mengkerut, kemudian kunci dengan lem tembak di bagian tengahnya.
  • Tempelkan peniti bros atau besi gantungan kunci dengan lem tembak
  • Tambahkan pernak-pernik dengan menempelkannya menggunakan lem tembak sesuai dengan keinginan


Pelatihan kewirausahaan ini diharapkan tidak hanya dilakukan bagi siswa SDN Dukun 1, namun dapat dilakukan secara mandiri oleh warga desa dalam rangka menciptakan dan meningkatkan wirausaha sembari mengurangi limbah lingkungan.

SOSIALISASI KEWIRAUSAHAAN KEGIATAN EKONOMI BAGI SISWA SDN DUKUN 1

Demak, Juli 2022 – pada 21 Juli 2022 lalu telah dilaksanakan program sosialisasi kewirausahaan bertemakan “Kegiatan dan Pelaku Ekonomi” bagi siswa SDN Dukun 1, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Program ini ditujukan untuk mengenalkan kegiatan ekonomi yang terdiri dari produksi, konsumsi, dan distribusi kepada siswa. Hal ini kami dasarkan pada urgensi rantai ekonomi sebagai fundamental dalam kehidupan sehingga mereka perlu untuk diajarkan ekonomi sejak dini.

Kegiatan dilakukan dengan antusias dari teman-teman SDN Dukun 1. Selain pemaparan materi, siswa dikenalkan dengan kegiatan ekonomi melalui simulasi pasar. Simulasi pasar dilaksanakan dengan membagi siswa dalam beberapa kelompok yang memiliki peran sebagai distributor di pasar (penjual) dan sisanya sebagai konsumen (pembeli). Siswa yang berperan sebagai penjual berdagang menggunakan foto produk yang telah dipersiapkan. Di sisi lain, baik siswa yang berperan sebagai penjual maupun pembeli diberikan uang mainan sebagai alat untuk transaksi dalam simulasi. Simulasi ini disusun mirip dengan games agar harapannya siswa dapat praktik dengan mudah memahami tata cara kerja pasar.


PENGENALAN MACAM MIKROORGANISME DAN PERANNYA DI SDN DUKUN 1

Demak, Agustus 2022 – Pada 19 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi mengenai pengenalan macam-macam mikroorganisme dan perannya dalam bidang pertanian dan kesehatan di SDN Dukun 1 khususnya pada kelas VI A dan VI B. Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang tidak kasat mata yang berada disekitar kita. Mikroorganisme memiliki dampak buruk seperti menyebabkan penyakit tetapi juga dampak baik seperti berperan penting khususnya di bidang pertanian dan kesehatan seperti berperan dalam menunjang pertumbuhan tanaman, pembuatan yoghurt, pembuatan obat, dan lain sebagainya.

Kegiatan dimulai dengan menjelaskan pengertian mikroorganisme, macam-macam mikroorganisme, perbedaan antar jenis mikroorganisme, dan peran bakteri. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan yoghurt secara sederhana sebagai salah satu bentuk peran mikroorganisme yang menguntungkan. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh anak-anak kelas VI SDN Dukun 1.