KENALI, AMATI, DAN KENDALIKAN OPT UTAMA PADA JAGUNG (Zea mays) DESA WONOWOSO

Demak, Agustus 2022 – Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting selain gandum dan padi. Terdapat sepetak tanaman jagung yang ditemukan berada di daerah Perumnas Desa Wonowoso sekitar 0,1 hektar milik Bapak Sholikin. Upaya peningkatan produksi pertanian terkadang mengalami kendala biotik dan abiotik. Kendala abiotik meliputi kekeringan, kekurangan unsur hara, kemarau dan lain sebagainya. Sementara kendala abiotik berupa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Beberapa spesies OPT baik hama maupun patogen menjadi OPT penting pada suatu jenis tanaman, contoh OPT yang ditemukan ialah Oomycetes Peronosclerospora spp. penyebab penyakit bulai pada tanaman jagung, kumbang koksi sebagai hama tanaman, dan predator seperti capung dan semut.

Penyakit Bulai Jagung

OPT penting yang menyebabkan kerusakan utama tanaman jagung yaitu penyakit bulai. Menurut (Muis et al., 2018), penyakit ini menyerang tanaman jagung mulai tanaman muda hingga menghasilkan malai. Penyakit bulai juga dapat menginfeksi jenis rumput-rumputan selain pada jagung. Rumput inang terinfeksi penyakit bulai merupakan tempat patogen bertahan di luar musim tanam jagung. Penularan penyakit ini yaitu spora pada tanaman jagung terbawa oleh angin di pagi hari.

Gejala infeksi dari penyakit bulai jagung dapat dilihat pada gambar diatas yaitu daun tanaman menunjukkan gejala garis-garis putih hingga kuning yang menjadi nekrotik pada daun. Peronosclerospora spp. menyerang tanaman masih muda, gejala mulai ditemukan saat tanaman berumur 2-3 MST. Penyakit dapat dikenali dengan terbentuknya struktur jamur menyerupai tepung pada permukaan daun. Menurut (Semangun, 2008), tanaman yang terinfeksi pada waktu masih sangat muda biasanya tidak membentuk buah. Bila menginfeksi pada tanaman tua, tanaman dapat tumbuh terus dan membentuk buah. Tetapi, buah sering mempunyai tangkai yang panjang, dengan kelobot yang tidak menutup pada ujungnya, dan hanya membentuk sedikit biji. Hal ini sesuai dengan kondisi pertanaman jagung di Desa Wonowoso, dimana tanaman jagung yang ditemukan berumur sekitar 80 HST (Hari setelah tanam).

Rekomendasi Pengendalian

  1. Sanitasi lingkungan

Lahan jagung yang ditemukan terlihat banyak rumput-rumput yang dapat berperan sebagai gulma yang dapat menjadi sumber inoculum pertanaman sehingga menyebabkan kerugian tanaman utama. Hal ini, petani sangat dianjurkan untuk sanitasi lingkungan sekitar dengan mencabuti rumput di lahan.

  1. Penggunaan varietas tahan penyakit bulai

Penggunaan varietas tahan seperti jagung hibrida varietas Bima-1, Bima-3, 1. Bima-9, Bima-14 dan Bima-15 serta jagung komposit varietas Lagaligo.

  1. Rotasi tanaman

Rotasi tanaman dilakukan untuk memutus siklus hidup dari jamur penyebab penyakit

  1. Penggunaan fungisida yang efektif dengan perlakuan benih

Komponen pengendalian penyakit bulai yang umum dilakukan selama ini adalah perlakuan benih dengan fungisida saromil atau ridomil yang berbahan aktif metalaksil, karena praktis dan mudah dilakukan, bahkan petani tidak perlu melakukan tindakan apapun, hanya menanam benih jagung yang sudah diberi perlakuan fungisida. Biasanya benih jagung yang diperjualbelikan sudah diberi perlakuan fungisida metalaksil.

SOSIALISASI PENYIMPANAN DAN PERSIAPAN SERTA PENANAMAN SAYUR YANG BAIK PADA PKK DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 – Sejak pandemi COVID-19, penyimpanan dan persiapan makanan (food preparation) makanan menjadi salah satu keterampilan yang tren di kalangan ibu-ibu. Food preparation dapat dilakukan pada berbagai jenis bahan makanan salah satunya sayuran. Sayuran memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan menjadi makanan yang cukup sering dikonsumsi. 

Pada 29 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan sosialisasi food preparation serta praktik penanaman sayur yang baik kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Dukun. Kegiatan dimulai dengan penjelasan mengenai food preparation dan cara penyimpanan sayuran yang baik agar dapat bertahan lama. Setelah penjelasan, Ibu-Ibu PKK diajak untuk mempraktikkan cara penanaman sayur yang baik agar dapat memproduksi sayuran sendiri. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh Ibu-Ibu PKK Desa Dukun.


EDUKASI MP-ASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN MP-ASI BERBAHAN DASAR PANGAN LOKAL DI POSYANDU DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 –  Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan pendamping ASI yang diberikan kepada bayi setelah melalui ASI eksklusif selama 6 bulan. Pemberian MP-ASI yang baik menjadi salah satu upaya dalam pencegahan stunting pada anak. MP-ASI dapat dibuat dengan berbagai bahan yang mudah ditemukan, seperti ikan, ati, bayam, wortel, dan lain sebagainya.

Pada 23 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi dan demonstrasi pembuatan MP-ASI di Pos 5 Posyandu Desa Dukun yang berlokasi di Dusun Perbalan. Edukasi dan demonstrasi diberikan di Pos 5 karena pos tersebut adalah pos yang paling banyak terdapat bayi yang masih berada di tahap ASI eksklusif dan siap memasuki masa pasca ASI eksklusif.


Kegiatan dimulai dengan kegiatan posyandu yakni pendaftaran, penimbangan berat, pengukuran panjang badan, pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat), pemberian edukasi dan imunisasi. Setelah kegiatan rutin posyandu dilakukan, Mahasiswa KKN-PPM UGM memberikan edukasi mengenai MP-ASI dan dilanjutkan dengan demonstrasi sederhana pembuatan MP-ASI. Demonstrasi MP-ASI dilakukan dengan menunjukkan cara pembuatan MP-ASI untuk bayi usia 6-9 bulan dan 9-12 bulan dengan bahan dasar nasi, ati, bayam, dan wortel. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pemberian challenge pembuatan MP-ASI. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh Ibu-Ibu Posyandu Pos 5 Desa Dukun.

KUMBANG KOKSI SEBAGAI HAMA DAN PREDATOR PADA PERTANIAN DI DESA WONOWOSO

Demak, Agustus 2022 – Potensi sumber daya agro yang ditemukan yaitu terong yang berlokasi di daerah belakang perumahan Wonowoso, Karangtengah, Demak. Tanaman terong (Solanum melongena) sendiri merupakan jenis sayuran tahunan semusim. Tanaman terong milik Bapak Rozi seluas 0,25 hektar. Beliau mengatakan bahwa terdapat OPT yang sering dijumpai, salah satunya kumbang koksi yang sering memakan daun muda tanaman terong.

Kumbang koksi dikenal sebagai sahabat petani karena beberapa anggotanya memangsa serangga hama seperti spesies aphid. Walaupun demikian, ada beberapa spesies koksi yang juga memakan daun sehingga menjadi hama tanaman, yaitu dari sub-famili Epilachninae. Kenali beberapa perbedaan kumbang koksi yang berperan sebagai hama dan berperan sebagai predator sahabat petani (musuh alami). Berikut penjelasannya:

Jenis serangga yang dapat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama tanaman pertanian adalah serangga pemakan daun dari ordo Coleoptera, yaitu kumbang koksi (Epilachna admirabilis). Kepik atau kumbang koksi adalah serangga perusak daun dan kuncup daun. Kepik lebih menyukai tempat yang rimbun dan agak gelap untuk meletakkan telurnya.

Gejala serangan hama kumbang koksi Epilachna sp. ini yaitu adanya bekas gigitan pada permukan daun bagian bawah. Pada serangan berat, bekas gigitan hama kumbang koksi ini dapat merusak semua jaringan daun, sehingga mengakibatkan daun hanya tinggal tulang-tulang daun saja. Kumbang dewasa dan larva memakan daun dapat menyebabkan kerusakan serius. Saat menjadi larva, kumbang koksi akan memakan jaringan daun dari bagian bawah, sementara ketika sudah menjadi dewasa, kumbang koksi akan memakan jaringan daun dari bagian atas. Hama ini dapat menyebabkan kerontokan daun yang hebat dan kehilangan hasil panen yang tinggi dan oleh karenanya hama ini merupakan salah satu hama terong yang paling berbahaya.

Gejala kerusakan kumbang koksi

Strategi Pengendalian

  1. Pengendalian Hayati

Jika memungkinkan di alam masih terdapat musuh alami dari kumbang koksi bisa dimanfaatkan sebagai pengendalian hayati. Contoh dari predator kumbang koksi yaitu Tawon Prasit dari family Pediobius. Kemudian dapat menggunakan biopestisida seperti bakteri Bacillus thurengiensis atau jamur Aspergillus spp. dapat digunakan sebagai aplikasi semprotan daun.

  1. Tindakan Pencegahan
  • Hindari menanam terong di lahan atau di sekitar lahan yang terserang
  • Pilih dan hancurkan larva dan kumbang dewasa yang ditemukan di lahan
  • Sanitasi (pembersihan) lahan tanaman terung
  1. Pengendalian Kimiawi

Pengendalian ini digunakan ketika sudah mempertimbangkan pengendalian hama secara terpadu (PHT). Contoh pengendalian kimiawi yaitu dapat menggunakan insektisida yang mengandung dimethoate, fenvelarate, malathion dapat diaplikasikan pada daun.

 

Sumber referensi:

Muis,A., Suriani., S.H.Kalqutni, dan N.Nonci. 2018. Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung dan

Upaya Pengendaliannya. Yogyakarta: Deepublish.

Semangun,H. 2008. Penyakit-penyakit tanaman pangan di Indonesia (Edisi Kedua). Yogyakarta :

Universitas Gadjah Mada Press.

EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DAN DEMAM BERADAH DI POSYANDU DESA DUKUN

Demak, Agustus 2022 – Stunting dan demam berdarah menjadi isu yang cukup hangat khususnya di Kabupaten Demak. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan asupan gizi kurang akibat pemberian makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting bisa terjadi sejak dalam kandungan dan baru terdeteksi saat usia 2 tahun. Kondisi stunting dapat berdampak berkepanjangan hingga anak dewasa sehingga isu ini menjadi penting diberikan edukasinya kepada Ibu dengan bayi agar dapat mencegah dampak buruk dari stunting. 

Salah satu penyebab anak stunting adalah kurangnya kebersihan lingkungan dan perlu dicegah dengan penjagaan kebersihan lingkungan yang baik. Disamping itu, kematian akibat demam berdarah juga menjadi isu yang hangat di Kabupaten Demak. Dari PLT Dinas Kesehatan Kabupaten Demak diketahui hingga 17 Juni 2022 terdapat 116 kasus Demam Berdarah dengan 1 kasus kematian. Kasus tersebut terus meningkat hingga bulan Juli 2022 sehingga edukasi mengenai demam berdarah dan pencegahannya menjadi penting untuk diberikan.

 

Pada tanggal 21 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting dan demam berdarah kepada Ibu dengan bayi di Pos 3 Posyandu Desa Dukun yang berlokasi di Dusun Perbalan. Kegiatan dimulai dengan kegiatan posyandu yakni pendaftaran, penimbangan berat, pengukuran panjang badan, pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat), dan pemberian imunisasi. Kemudian, ibu-ibu dan anak di posyandu dikumpulkan untuk mendapatkan edukasi dari Bidan Desa Dukun dan Puskesmas Karangtengah. Setelah edukasi diberikan, Mahasiswa KKN-PPM UGM melanjutkan edukasi mengenai serba-serbi stunting dan demam berdarah. Sebagai salah satu upaya konkret pencegahan demam berdarah, Mahasiswa KKN-PPM UGM juga membagikan abate, larvasida yang efektif mengontrol jentik nyamuk, sebanyak 10 gram. 


PEMBERDAYAAN ANAK-ANAK SD DALAM KEGIATAN BERKEBUN DAN MENJAGA LINGKUNGAN DI SD NEGERI DUKUN 1

Demak, Juli 2022 – Pada Jumat, 22 Juli 2022, Mahasiswa KKN UGM bersama para siswa SDN Dukun melaksanakan kegiatan berkebun dan kebersihan lingkungan di SD N 1 Dukun. Melihat potensi tanah yang subur dan tersedianya lahan serta media tanam, siswa SD diajak untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Kali ini, mahasiswa KKN berbagi ilmu tentang bagaimana menanam sayur sawi dan bayam dengan metode vertikultur. Perlu diketahui, vertikultur merupakan sistem budidaya pertanian dengan metode bertingkat atau vertikal. Metode ini dapat menghemat ruang dan lahan pertanian.

siswa mengambil pot yang dari botol plastik yang sudah disiapkan

Untuk melakukan vertikultur, mahasiswa dan siswa memanfaatkan botol plastik bekas yang telah dipotong dan dilubangi. Botol diisi dengan media tanam yaitu tanah yang telah dicampur pupuk kandang yang sebelumnya telah dibuat.

Sayur yang ditanam oleh para siswa berupa benih sawi dan bayam. Selain itu, siswa SD dijelaskan tahapan–tahapan untuk menanam sayur mulai dari mempersiapkan alat bahan, media tanam, penanaman, hingga perawatan. Tak lupa, siswa diberikan ilmu mengenai manfaat sayur yang ditanam.

Adapun manfaat sayur sawi antara lain:

  1. Sumber vitamin A yang dapat mencegah penurunan fungsi makula mata
  2. Bermanfaat untuk mencegah kanker karena dapat menonaktifkan zat karsinogen.
  3. Bermanfaat untuk ibu hamil karena mengandung folat dalam pembentukan sel darah merah.
  4. Menurunkan risiko penyakit jantung
  5. Meredakan peradangan kronis
  6. Mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan

Adapun manfaat sayur bayam antara lain:

  1. Mengurangi dan mencegah stres oksidatif
  2. Membantu mencegah kanker
  3. Mengatasi diabetes terutama tipe 1 dan 2
  4. Menurunkan tekanan darah
  5. Baik untuk memenuhi zat besi bagi ibu hamil
  6. Menurunkan berat badan karena menekan nafsu makan
  7. Meningkatkan kesehatan mata
  8. Meredakan risiko serangan asma

Setelah semua kegiatan penanaman sayur selesai, siswa diajak menempatkan vertikultur yang telah dibuat di tempat-tempat strategis sehingga mudah dirawat.

Sumber:

https://katadata.co.id/iftitah/berita/6176426c81e5b/6-manfaat-sawi-hijau-untuk-kesehatan-mengandung-antioksidan 

https://katadata.co.id/iftitah/berita/6176255541b21/8-manfaat-sayur-bayam-untuk-kesehatan-dan-cara-memasak-yang-tepat 

MARI BIJAK KELOLA SAMPAH MELALUI PEMBUATAN ECOBRICK DARI LIMBAH GARMEN

Demak, Juli 2022 – Permasalahan sampah atau limbah, khususnya limbah garmen, di Desa Dukun membutuhkan penanganan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah garmen tentunya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan agar dapat dijadikan komoditi dan meningkatkan kesehatan lingkungan.

Salah satu bentuknya adalah pembuatan ecobrick. Ecobrick merupakan botol plastik yang diisi dengan limbah anorganik kering dan dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan.

Pada hari Sabtu, 23 Juli 2022, kegiatan pembuatan ecobrick dari limbah garmen dilakukan di SDN 1 Dukun. Mahasiswa KKN PPM UGM beserta siswa SD turut serta dalam kegiatan ini.

Kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai “Bijak Kelola Sampah dari Rumah”. Siswa SD diajak untuk mengenal 3 konsep pengelolaan sampah, yaitu: Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).

Konsep 3R ini menjadi konsep dasar pengelolaan sampah agar dapat menekan limbah yang diproduksi manusia.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik bersama pembuatan ecobrick. Alat dan bahan yang dibutuhkan cukup sederhana, yaitu: gunting, kain perca, botol plastik berbagai ukuran, dan bambu kecil.

Siswa SDN 1 Dukun nampak antusias dalam praktik bersama ini. Mereka semangat dalam memotong kain, memasukkan kain ke botol, dan memadatkannya.

Hasil kegiatan ini berupa ecobrick buatan siswa SDN 1 Dukun yang sangat baik. Diharapkan para siswa dapat mengaplikasikan konsep 3R pengelolaan sampah dan memanfaatkan limabh garmen menjadi ecobrick

Pelatihan Pengolahan Penyimpanan Ikan dan Demo Memasak Abon Kering Dari Daging Ikan Lele bersama Ibu PKK Rejosari

Demak, Juli 2022- Ikan menjadi makanan yang sangat penting di kehidupan manusia, kandungan protein pada ikan mengandung asam amino esensial yang berfungsi dalam penjagaan metabolisme kerja tubuh. Tingkat kecernaan protein pada ikan memiliki nilai paling tinggi dibanding ayam, sapi  dan kambing. Selain itu, kandungan omega-3 nya yang dapat menjadi penyokong tumbuh kembang otak, perkembangan sel otak yang optimal dan pencegahan penyakit-penyakit dengan penyebab kematian tinggi, seperti jantung, stroke, darah tinggi.

Sayangnya Kabupaten Demak , Provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat konsumsi ikan yang cukup rendah dengan jumlah 38,09 kg/kapita/tahun. Sedangkan target pemerintah di tingkat konsumsi ikan sebanyak 59,53 kg/kapita/tahun. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya informasi terkait dengan gizi ikan, kurangnya ketersediaan ikan bermutu, dan produk olahan yang kurang bervariasi. Perlu adanya pelatihan pengolahan ikan terutama dalam bidang penyimpanan dan juga variasi produk olahan yang dapat meningkatkan konsumsi ikan. 

 

 

 

 

 

 

 

Pada tanggal 23 Juli 2022, tim KKN-PPM UGM bekerja sama dengan Ibu-ibu PKK Rejosari untuk melaksanakan kegiatan “Praktik Pengolahan Penyimpanan Ikan dan Produk Olahannya”. Kegiatan Praktik dilakukan di Aula Balai Desa Rejosari pada pukul 14.00 WIB. Kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna oleh Anggota PKK, lalu dilanjutkan pembukaan oleh Mahasiswi KKN-PPM UGM dari Jurusan Ilmu Gizi. Kegiatan diiringi dengan Mars PKK yang dipimpin oleh Ibu Emiliyati.  Tak lupa kegiatan diawali dengan lantunan do’a agar kegiatan diberkahi dan dirahmati oleh Allah. Sambutan dilakukan oleh Bu Carik (Musyarofah), dan Ketua Tim Penggerak PKK alias Bu Zumiatun (Bu Lurah). Kegiatan dilanjut dengan rapat yang dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK.

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Praktik dilakukan dengan tema “Praktik Pengolahan Penyimpanan Ikan dan Produk Olahannya”, kegiatan diawali oleh mahasiswa KKN-PPM UGM dari Jurusan Teknologi Hasil Pangan dengan sosialisasi pemilihan ikan yang baik, dari segi mata, insang, lendir, warna dan bau. Kegiatan dilengkapi dengan praktik penyimpanan ikan dengan jangka 1-2 hari menggunakan es batu, penyimpanan ikan dilakukan di dalam termos es nasi dengan ukuran 8. Ikan yang digunakan dalam praktik ini adalah ikan bandeng dengan ukuran 200 gram berjumlah 5 ekor. Penyimpanan ikan menggunakan es dengan perbandingan 1:1. Susunan penyimpanan diawali dengan tumpukan es, lalu diletakkan ikan diatasnya, lalu ditutup es lagi, lalu diberi ikan lagi hingga urutan terakhir yaitu tumpukan es. Penyimpanan perlu dilakukan pengecekan 4 jam sekali, untuk memastikan ikan tetap dalam kondisi yang baik.

Setelah kegiatan praktik penyimpanan ikan, dilanjut dengan kegiatan Praktik Pembuatan Produk Olahan berupa Demo Masak Abon Ikan dari daging ikan lele. Kegiatan pembuatan produk olahan dimulai dengan Sosialisasi Pentingnya Makan Ikan  dilakukan oleh Mahasiswa KKN-PPM UGM Jurusan Akuakultur. Sosialiasi dimulai dengan penjelasan kandungan ikan yang memiliki gizi tinggi seperti omega-3 dan juga asam amino esensial. Kegiatan praktik dilanjut dengan pembuatan abon ikan dari daging lele. Mahasiswa melakukan demo memasak dengan mengenalkan bahan-bahan yang digunakan dalam masak, seperti 1 kg ikan lele, 35 siung bawang merah, 9 siung bawang putih dan bumbu dapur, dan rempah-rempah lainnya. Kegiatan demo ini disambut antusias oleh ibu-ibu PKK dan bahkan dibantu secara langsung oleh ibu-ibu PKK dalam proses pembuatannya. Abon ikan yang telah matang dengan nikmatnya di santap oleh ibu-ibu PKK, bahkan ibu-ibu membawa beberapa sendok abon ikan ke dalam plastik untuk dibawa pulang. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan makan bersama di Aula Balai Desa dan juga do’a penutup yang dipimpin oleh Bu Carik.

 

KEGIATAN BELAJAR BERSAMA MAHASISWA KKN-PPM UGM DI SDN 1 REJOSARI

Demak, Juli 2022- KKN-PPM UGM Sub Unit Desa Rejosari berkesempatan belajar bersama siswa di SDN 1 Rejosari . Mahasiswa UGM membawa berbagai tema sesuai dengan prodi masing-masing. Kegiatan belajar bersama dilakukan di SDN 1 Rejosari pada pukul 08.00-12.00 . Belajar bersama dilakukan pada tanggal 14, 20,21 dan 24 Juli 2022. Kegiatan belajar bersama dilakukan secara dua arah, baik dari mahasiswa UGM menjelaskan edukasi tema yang dibawakan, lalu disambut dengan keaktifan siswa-siswa SDN 1  Rejosari.

Kegiatan belajar bersama pertama dilakukan pada tanggal 14 Juli 2022 , dengan tema “ Olah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan (OSPEK)”, Kegiatan dilakukan di kelas V A-B oleh mahasiswi KKN UGM jurusan sastra arab. Belajar bersama dilakukan dengan melakukan praktik dan membuat kerajinan dari sampah plastik berupa botol atau sampah plastik yang dapat digunakan untuk kerajinan. Sebelum kegiatan, siswa diarahkan untuk membawa gunting, pisau, lem dan perlengkapan mewarnai untuk membuat kerajinan. Kegiatan disambut dengan antusias oleh siswa-siswa SDN 1 Rejosari Kelas V A-B.

Kegiatan belajar bersama kedua dilakukan pada tanggal 20 Juli 2022, dengan tema “ Mengenal Sains Lebih Dekat Dalam Kehidupan Sehari-Hari”, kegiatan belajar bersama dilakukan di SDN 1 Rejosari kelas V A-B yang dipimpin oleh mahasiswi KKN UGM jurusan fisika. Kegiatan belajar bersama dilakukan dengan melakukan berbagai macam eksperimen yang memanfaatkan reaksi fisika dan kimia, dengan menggunakan bahan-bahan yang ada disekitar siswa. Siswa diharapkan dapat memahami konsep dasar dari percobaan, sehingga dapat mengembangkan percobaan sains tersebut. Eksperimen  yang dilakukan ada tiga, yaitu eksperimen lava, eksperimen mengembangkan balon tanpa ditiup dan eksperimen  membakar balon. Siswa antusias, sehingga meminta eksperimen-eksperimen baru pada mahasiswi KKN UGM.

Kegiatan belajar bersama terakhir dilakukan pada hari ini yaitu 21 Juli 2022, Tema yang dibawakan yaitu “ Edukasi Tentang Pemilihan Jajan Sehat Pada Anak-Anak” dan “Pelatihan Dokter Cilik”. Sesi pertama yaitu pukul 08.00-09.00 dilakukan kegiatan belajar bersama di SDN 1 Rejosari kelas IV A dengan tema pemilihan jajan yang sehat. Kegiatan belajar bersama dilakukan  oleh mahasiswi UGM jurusan gizi ,terkait dengan pemilihan jajan yang tidak sehat, baik itu dari segi penyimpanan, warna hingga rasa yang terlalu manis ataupun gurih. Siswa diharapkan dapat memilih jajan yang memiliki nilai gizi, baik itu protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Mahasiswa juga melakukan publikasi melewati poster edukasi. Kegiatan belajar bersama diselingi dengan ice breaking agar siswa tidak bosan dan tertarik dengan materi yang disampaikan. Kegiatan belajar bersama dilanjutkan pada sesi kedua di kelas IV B dengan tema “ Pelatihan Dokter Cilik”. Pelatihan ini dipimpin oleh mahasiswi UGM jurusan farmasi. Kegiatan pelatihan dokter cilik dilakukan dengan melatih siswa untuk menerapkan hidup bersih dalam kegiatan apapun, salah satu contohnya yaitu mencuci tangan sebelum makan. Selain itu siswa diajarkan untuk menggunakan kotak P3K, sehingga ketika terjadi situasi darurat baik itu luka ataupun bengkak siswa dapat melakukan pertolongan pertama pada situasi tersebut. Kegiatan belajar bersama telah tersampaikan oleh mahasiswa-mahasiswi UGM kepada SDN 1 Rejosari, diharapkan dari kegiatan belajar bersama dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.

  

 

 

 

DESA DUKUN, DESA POTENSI AYAM PEDAGING

Demak, Juli 2022 – Ternak ayam merupakan salah satu aktivitas agraria yang dilakukan sejumlah warga Desa Dukun. Ayam yang diternakkan merupakan jenis ayam pedaging (ayam broiler).Ayam broiler atau yang disebut juga ayam ras pedaging adalah jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam.

Di Desa Dukun, terdapat sejumlah peternak ayam broiler dalam skala besar. Beberapa di antaranya adalah Bapak Sukono dan Bapak Suhali yang kandang ternak ayam keduanya berlokasi cukup berjauhan dengan pemukiman warga. Ternak ayam pedaging di Desa Dukun ini merupakan bentuk kerjasama peternak dengan perusahaan. Perusahaan yang bermitra akan memberikan suplai pakan dan bibit ayam pedaging untuk diternakkan.

Proses panen ayam dilakukan setiap maksimal 40 hari sekali. Hasil panen akan diolah oleh perusahaan dan dikirimkan kepada konsumen. Saat ini, ternak ayam di Desa Dukun berjalan dengan baik dan panen menghasilkan ayam dalam jumlah besar.