Pelatihan Pengolahan Penyimpanan Ikan dan Demo Memasak Abon Kering Dari Daging Ikan Lele bersama Ibu PKK Rejosari

Demak, Juli 2022- Ikan menjadi makanan yang sangat penting di kehidupan manusia, kandungan protein pada ikan mengandung asam amino esensial yang berfungsi dalam penjagaan metabolisme kerja tubuh. Tingkat kecernaan protein pada ikan memiliki nilai paling tinggi dibanding ayam, sapi  dan kambing. Selain itu, kandungan omega-3 nya yang dapat menjadi penyokong tumbuh kembang otak, perkembangan sel otak yang optimal dan pencegahan penyakit-penyakit dengan penyebab kematian tinggi, seperti jantung, stroke, darah tinggi.

Sayangnya Kabupaten Demak , Provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat konsumsi ikan yang cukup rendah dengan jumlah 38,09 kg/kapita/tahun. Sedangkan target pemerintah di tingkat konsumsi ikan sebanyak 59,53 kg/kapita/tahun. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya informasi terkait dengan gizi ikan, kurangnya ketersediaan ikan bermutu, dan produk olahan yang kurang bervariasi. Perlu adanya pelatihan pengolahan ikan terutama dalam bidang penyimpanan dan juga variasi produk olahan yang dapat meningkatkan konsumsi ikan. 

 

 

 

 

 

 

 

Pada tanggal 23 Juli 2022, tim KKN-PPM UGM bekerja sama dengan Ibu-ibu PKK Rejosari untuk melaksanakan kegiatan “Praktik Pengolahan Penyimpanan Ikan dan Produk Olahannya”. Kegiatan Praktik dilakukan di Aula Balai Desa Rejosari pada pukul 14.00 WIB. Kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna oleh Anggota PKK, lalu dilanjutkan pembukaan oleh Mahasiswi KKN-PPM UGM dari Jurusan Ilmu Gizi. Kegiatan diiringi dengan Mars PKK yang dipimpin oleh Ibu Emiliyati.  Tak lupa kegiatan diawali dengan lantunan do’a agar kegiatan diberkahi dan dirahmati oleh Allah. Sambutan dilakukan oleh Bu Carik (Musyarofah), dan Ketua Tim Penggerak PKK alias Bu Zumiatun (Bu Lurah). Kegiatan dilanjut dengan rapat yang dipimpin oleh Ketua Tim Penggerak PKK.

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Praktik dilakukan dengan tema “Praktik Pengolahan Penyimpanan Ikan dan Produk Olahannya”, kegiatan diawali oleh mahasiswa KKN-PPM UGM dari Jurusan Teknologi Hasil Pangan dengan sosialisasi pemilihan ikan yang baik, dari segi mata, insang, lendir, warna dan bau. Kegiatan dilengkapi dengan praktik penyimpanan ikan dengan jangka 1-2 hari menggunakan es batu, penyimpanan ikan dilakukan di dalam termos es nasi dengan ukuran 8. Ikan yang digunakan dalam praktik ini adalah ikan bandeng dengan ukuran 200 gram berjumlah 5 ekor. Penyimpanan ikan menggunakan es dengan perbandingan 1:1. Susunan penyimpanan diawali dengan tumpukan es, lalu diletakkan ikan diatasnya, lalu ditutup es lagi, lalu diberi ikan lagi hingga urutan terakhir yaitu tumpukan es. Penyimpanan perlu dilakukan pengecekan 4 jam sekali, untuk memastikan ikan tetap dalam kondisi yang baik.

Setelah kegiatan praktik penyimpanan ikan, dilanjut dengan kegiatan Praktik Pembuatan Produk Olahan berupa Demo Masak Abon Ikan dari daging ikan lele. Kegiatan pembuatan produk olahan dimulai dengan Sosialisasi Pentingnya Makan Ikan  dilakukan oleh Mahasiswa KKN-PPM UGM Jurusan Akuakultur. Sosialiasi dimulai dengan penjelasan kandungan ikan yang memiliki gizi tinggi seperti omega-3 dan juga asam amino esensial. Kegiatan praktik dilanjut dengan pembuatan abon ikan dari daging lele. Mahasiswa melakukan demo memasak dengan mengenalkan bahan-bahan yang digunakan dalam masak, seperti 1 kg ikan lele, 35 siung bawang merah, 9 siung bawang putih dan bumbu dapur, dan rempah-rempah lainnya. Kegiatan demo ini disambut antusias oleh ibu-ibu PKK dan bahkan dibantu secara langsung oleh ibu-ibu PKK dalam proses pembuatannya. Abon ikan yang telah matang dengan nikmatnya di santap oleh ibu-ibu PKK, bahkan ibu-ibu membawa beberapa sendok abon ikan ke dalam plastik untuk dibawa pulang. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan makan bersama di Aula Balai Desa dan juga do’a penutup yang dipimpin oleh Bu Carik.

 

INTIP DAN KERIPIK SINGKONG BU TITAH: SATU JAM LUDES TERJUAL

Demak, Juli 2022 – Intip dan Keripik Bu Titah adalah salah satu usaha rumahan yang memproduksi intip goreng dan keripik singkong. Usaha ini berlokasi di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah dan sudah produksi sejak dua tahun yang lalu. Usaha ini didirikan oleh ibu paruh baya bernama Ibu Titah dan berhasil  memperkerjakan empat orang. Pada awalnya Bu Titah hanya memproduksi intip goring. Namun, siapa sangka dapat berkembang memproduksi keripik singkong dalam sekala besar. Bahkan, usaha intip dan keripiki singkong Bu Titag dapat memproduksi sekitar 50 kg singkong. Proses produksi dimulai pada pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Bu Titah setiap harinya mendapatkan bahan baku berupa singkong dan intip dari penyetor. Intip Bu Titah memiliki bentuk yang khas, yakni bulat besar dengan rasa gurih dan warna coklat keemasan. Keripik singkong biasa dijual seharga Rp2.500,00 dan intip goreng seharga Rp5.000,00 setiap kemasan. Keripik singkong dan intip Bu Titah didistribusikan di Pasar Buyaran serta terdapat beberapa mitra yang mengambil langsung dari rumah produksi. Bu Titah memiliki prinsip bahwa apabila kita memberikan sesuatu kepada orang lain, segala doa dan kebaikan akan kembali kepada diri sendiri.

Bagi yang ingin mencicipi intip goreng atau keripik Bu Titah bisa langsung ke tempat produksi yang beralamat Wonowoso, RT 03/RW 03 atau menghubungi 0838214657171.

 

LAPANGAN SUROWANGI, “DUKUN SPORT CENTER”

Demak, Juli 2022 – Berlokasi di jalan masuk Desa Dukun, Lapangan Olahraga Desa Dukun sangat mudah diakses bagi seluruh warga desa. Aksesnya yang mudah membuat lapangan desa yang memiliki nama “Lapangan Surowangi” ini menjadi sentra olahraga masyarakat Desa Dukun. Sentra olahraga yang bertempat di depan balai desa ini memiliki beberapa lapangan olahraga, yaitu: lapangan sepakbola, lapangan voli, dan lapangan sepak takraw.

 

Setiap sorenya, Lapangan Surowangi selalu ramai oleh warga untuk berolahraga. Pemuda menjadi golongan warga yang sering menghidupkan kegiatan olahraga di area lapangan. Supriadi, Wakil Ketua Karang Taruna Desa Dukun, mengungkapkan bahwa Lapangan Surowangi ini memang selalu ramai oleh warga ketika sore hari terutama pada hari minggu untuk melakukan olahraga atau hanya duduk-duduk di sekitar lapangan.



Kegiatan warga di lapangan selalu menyita perhatian warga lain yang berlalu-lalang. Biasanya, pertandingan sepakbola diadakan di lapangan ini setiap minggu sore. Pertandingan-pertandingan lain pun dilakukan oleh kelompok-kelompok pemuda Desa Dukun. Tak jarang, kelompok olahraga desa lain datang untuk bermain atau bertanding di kompleks olahraga desa dukun ini.

Diharapkan Lapangan Surowangi dapat menjadi ikon dan sarana berkumpul serta berolahraga masyarakat, baik dari Desa Dukun maupun luar Desa Dukun.