Demak, Agustus 2022 – Pertanian merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.
Desa Wonowoso merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak potensi alam yang mampu dikembangkan, salah satunya adalah pada sektor pertanian. Terdiri dari subsektor tanaman pangan, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Sektor pertanian mempunyai peran besar dalam menunjang kehidupan masyarakat Desa Wonowoso. Aset alam yang banyak tersedia seperti air membuat kecamatan ini banyak dibuat persawahan yang mayoritas menanam padi dan hortikultura. Hasil yang didapat sebelum lahan sawah tergenang dapat berupa bawang merah, padi, cabai, dan terong. Akan tetapi, pada dua tahun terakhir masyarakat Desa Wonowoso mulai mengalihkan usaha tani menjadi usaha perikanan dengan mengubah sawah menjadi kolam ikan. Hal ini dikarenakan naiknya permukaan air laut yang menyebabkan lahan sawah menjadi tergenang. Keadaan tersebut dapat merubah yang berawal dari petani menjadi usaha pertambakan. Kerugian lahan sawah menjadi pertambakan adalah masuknya air asin komposisi tanah menjadi tidak bagus karena menyerap ion-ion zat hara seperti magnesium, kalsium, dan kalium dan tekanan osmotik terhadap tanaman, jadi tahap pertumbuhan tidak bagus. Kelebihan lahan sawah adalah salinitas tinggi cocok dipelihara ikan air payau dan dapat menjadi sentra produksi perikanan
Perikanan terfokus pada segala kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Dengan merubah menjadi perikanan bisa menjadi sumber penghasilan dan dapat mengubah mata pencaharian. Hasil yang didapat dari pertambakan adalah ikan nila, ikan gabus, dan udang.
Demak, Agustus 2022 – Kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan rumah menjadi tempat untuk berkebun telah banyak dilakukan masyarakat sejak pandemi bermula. Selain untuk mengisi waktu luang daripada berdiam diri di rumah, berkebun di pekarangan juga bermanfaat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Jenis komoditas yang banyak ditanam di pekarangan rumah yaitu komoditas hortikultura. Hortikultura merupakan cabang ilmu pertanian yang membahas mengenai tanaman buah, sayur, dan tanaman hias. Kata hortikultura berasal dari bahasa latin yakni hortus yang diartikan sebagai taman dan colere yang artinya untuk menumbuhkan.
Jenis tanaman hortikultura yang banyak ditanam masyarakat di Desa Wonowoso, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak yaitu tanaman terong dan cabai. Tanaman terong (Solanum melongena L.) merupakan tanaman semusim yang termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman terong dapat tumbuh hingga ketinggian 40–150 cm. Memiliki daun dengan panjang 10–20 cm dan lebar 5–10 cm. Tanaman terong dapat tumbuh di daerah beriklim tropis dengan ketinggian 0–1200 mdpl. Tanah yang ideal untuk pertumbuhan tanaman terong adalah tanah lempung dan memiliki kandungan unsur hara yang cukup. Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman terong antara 25–30° C. Berbagai jenis terong yang dibudidayakan di Indonesia yaitu terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan, dan terong jepang.
Jenis tanaman lain yang banyak dibudiayakan di Desa Wonowoso yaitu tanaman cabai. Tanaman cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman perdu yang termasuk dalam famili Solanaceae. Tanaman cabai dapat tumbuh pada dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian tempat 0-1250 mdpl. Tanaman cabai dapat tumbuh hingga ketinggian 120 cm. Suhu udara yang cocok bagi pertumbuhan tanaman cabai berkisar antara 18–30° C. Kelembaban udara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman cabai yaitu antara 60–80%. Kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanman cabai yaitu tanah lempung berpasir dengan derajat keasaman (pH) antara 6–7. Berbagai jenis cabai yang banyak ditanam di Indonesia yaitu cabai merah besar, cabai keriting, cabai rawit, dan cabai hijau besar.
Dalam perkembangannya, komoditas hortikultura memiliki berbagai manfaat terutama bagi masyarakat Desa Wonowoso. Tanaman terong yang ditanam di Desa Wonowoso dapat digunakan sebagai bahan makanan sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Tanaman terong memiliki berbagai kandungan gizi seperti protein, karbohidrat, serat, lemak, vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan magnesium. Tanaman terong juga memiliki manfaat untuk kesehatan antara lain dapat menekan risiko penyakit jantung, mencegah penyakit diabetes, menurunkan berat badan, dan melancarkan sistem pencernaan. Sedangkan tanaman cabai yang ditanam oleh masyarakat Desa Wonowoso dapat digunakan sebagai bahan tambahan masakan. Tanaman cabai juga memiliki kandungan gizi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B6, protein, karbohidrat, dan lemak. Manfaat yang dimiliki tanaman cabai bagi kesehatan yaitu tanaman cabai dapat digunakan sebagai penghilang rasa sakit, detoksifikasi, penurun berat badan, melancarkan pernapasan, dan mencegah penyakit jantung.
Demak, Agustus 2022 – Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 2 melakukan observasi dan analisis isu pertanian yang terjadi di Desa Wonowoso yakni desa yang berada di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN-PPM UGM. Desa Wonowoso merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Desa ini dikenal sebagai kawasan yang cukup ramai karena dilewati oleh Jalan Nasional Rute 1 atau dikenal juga dengan Jalur Pantai Utara (Pantura). Selain itu, daerah Desa Wonowoso juga dikenal sebagai rute wisata karena di arah barat laut terdapat lokasi wisata di Desa Tambakbulusan. Secara potensi dalam bidang agro, Desa Wonowoso memiliki luas lahan pertanian yang cukup luas. Meskipun termasuk daerah yang ramai lalu lintas, tetapi kegiatan bercocok tanam masih terus berlanjut dan lahan pesawahan masih sangat luas. Akan tetapi, potensi agro yang dimiliki oleh Desa Wonowoso kini terancam oleh intrusi air laut yang mengakibatkan meningkatknya permukaan air laut terlebih saat terjadi air rob.
Lahan Pertanian di Desa Wonowoso yang Mulai Mengalami Kerusakan Akibat Intrusi Air Asin (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Kenaikan permukaan air laut mengakibatkan sebagian besar wilayah pertanian terutama pesawahan di Wonowoso terendam oleh air payau yang datang akibat terjadinya intrusi air laut. Dampak buruk yang dirasakan masyarakat terlebih para petani dari terjadinya intrusi laut ini adalah kegagalan panen secara masif di berbagai macam komoditas pertanian yang ditanam di area terdampak kenaikan air laut di Desa Wonowoso. Kegagalan panen tersebut diakibatkan oleh naiknya kadar garam atau salinitas air di wilayah pertanian. Menurut Hendri dan Saidi (2020), salinitas merupakan faktor pembatas pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Kenaikan salinitas air merupakan hal sensitif yang bagi sebagian besar tanaman pertanian. Kenaikan salinitas ini mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman di berbagai fase, baik di fase perkecambahan, pertumbuhan benih, vegetatif, dan generatif karena efek osmotik dan toksik ion garam. Unsur ion Na (Natrium) yang terdapat pada air dengan tingkat salinitas yang tinggi juga mengakibatkan menurunnya ketersediaan kandungan unsur hara dalam tanah seperti Ca (Kalsium), Mg (Magnesium), dan K (Kalium). Oleh karena itu, perlu dilakukan alih fungsi lahan agar wilayah pertanian yang sudah mulai tidak produktif ini dapat tetap memberikan manfaat dan menjadi ladang mencari nafkah bagi masyarakat setempat yang salah satunya adalah dengan membudidayakan ikan.
Kondisi wilayah pertanian yang semakin terendam air payau dapat dilihat sebagai peluang karena semakin tersedianya sumber daya air di wilayah Desa Wonowoso, meskipun air tersebut membawa dampak buruk bagi sektor pertanian. Salah satu peluang yang muncul dari kondisi ini adalah peluang untuk meningkatkan potensi perikanan. Wilayah pertanian dengan air menggenang yang melimpah dapat digunakan untuk pembuatan sistem pertanian yang terintegrasi dengan perikanan, contohnya adalah mina padi. Mina padi adalah metode pemeliharaan ikan di sela-sela tanaman padi untuk meningkatkan produktiitas lahan dan efisiensi pengunaan lahan yang tersedia (Lestari dan Bambang, 2017). Sistem pertanian mina padi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan sistem pertanian biasa yaitu selain dapat memanen padi juga dapat memanen ikan, hama dalam tanaman dapat dibasmi oleh ikan, dan feses ikan yang dikeluarkan dapat menjadi pupuk bagi tanaman. Untuk kasus di lahan pertanian Desa Wonowoso, mina padi dapat dilakukan dengan memelihara ikan yang memiliki ketahanan salinitas yang tinggi, contohnya adalah komoditas unggul yakni ikan nila salin (Oreochromis niloticus).
Di samping dapat diterapkan sistem pertanian mina padi, sistem surjan juga dapat menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan lahan pertanian yang terendam air payau di Desa Wonowoso. Sistem surjan adalah sistem pertanian dengan cara menerapkan perbedaan ketinggian lahan untuk menanam jenis komoditas tanaman yang berbeda untuk mengakali lahan pertanian yang terendam oleh air. Disebut dengan surjan karena sistem pertanian ini memiliki pola tanam yang mirip dengan lurik pada baju surjan (Danarto, 2019). Lahan bagian atas biasanya ditanami dengan tanaman palawija, hortikultura, dan tanaman perkebunan. Sedangkan, lahan bagian bawah dapat ditanami dengan padi. Dengan adanya sistem pertanian mina padi dan surjan, maka selain dapat melakukan diversifikasi produksi, kegagalan total panen juga dapat dihindari karena terdapat komoditas yang tahan dan terhindar dari genangan air payau yang tengah melanda sebagian besar lahan pertanian di Desa Wonowoso sehingga apabila padi yang ditanam mengalami kegagalan panen, masih ada komoditas perikanan dan pertanian lainnya yang masih bisa dinikmati dan dimanfaatkan.
Hendri, J. dan Busyra B. S. 2020. Pengaruh Ameliorasi Lahan yang Terkena Intrusi Air Laut terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020. 605 – 615.
Lestari, S. dan Aziz N. B. 2017. Penerapan Minapadi dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Proceeding Biology Education Conference. 14: 70 – 74.
Demak, Agustus 2022 – Selama dua minggu pertama bulan Juli, tepatnya tanggal 3 – 16 Juli 2022 telah dilakukan survei terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Survei ini dilakukan oleh tim KKN UGM yang bertempatkan di Desa Dukun guna mengetahui pemetakan dan ragam usaha yang berkembang di Desa Dukun.
Melalui survei tersebut, dapat diketahui bahwa umumnya terdapat 4 jenis usaha di Desa Dukun, yaitu usaha ternak, garmen, percetakan, dan minuman jamu. Usaha ternak umumnya berupa penyediaan lahan untuk kandang dan pembiakan ayam serta entok. Terkait perawatan dan pemasaran, pelaku usaha bermitra dengan perusahaan pengolahan daging tertentu. Untuk usaha jamu, mayoritas produksi jamu dilakukan secara tradisional dengan bahan-bahan alami tanpa pengawet. Jamu ini dipasarkan dengan berkeliling menggunakan sepeda atau digendong sehingga sering disebut jamu gendong. Selain itu, usaha garmen di Desa Dukun berbentuk pengolahan limbah kain perca menjadi kerajinan seperti bantal, tas, dan keset. Namun, ada juga jenis usaha garmen yang menghasilkan custom order tas berupa tas jahit. Jenis usaha terakhir adalah percetakan bernama Widia Offset dengan skala menengah yang mencetak kalender hingga buku pelajaran.
Hasil dari pemetakan ini akan dituangkan dalam suatu buku profil UMKM. Buku profil ini berguna untuk mengenalkan aneka usaha yang berkembang di Desa Dukun sehingga masyarakat dapat mengetahui ciri khas usaha Desa Dukun. Hal ini juga ditujukan agar masyarakat yang telah mengenal usaha di Desa Dukun akan tertarik dan berminat untuk membeli produk lokal tersebut.
Demak, Agustus 2022 – Pemeriksaan atau cek kesehatan adalah salah satu hal yang perlu dilakukan siapa saja, baik yang dalam keadaan sehat maupun yang punya keluhan-keluhan tertentu. Pemeriksaan kesehatan menjadi semakin penting ketika sudah menginjak usia lanjut atau di atas 60 tahun. Proses penuaan yang terjadi menyebabkan lansia lebih rentan terhadap berbagai penyakit terutama penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan lain sebagainya.
Pada 29 Juli 2022, mahasiswa KKN-PPM UGM bersama Puskesmas Karangtengah dan bidan serta kader kesehatan desa mengadakan pemeriksaan kesehatan untuk lansia di Desa Dukun. Kegiatan dilaksanakan di rumah Kepala Desa dan dihadiri oleh 50 orang lansia. Kegiatan berlangsung selama 2 jam. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, tekanan darah, dan kadar gula darah. Di akhir pemeriksaan, lansia diberikan obat-obatan sesuai skrining hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan.
Sebagai bentuk upaya pencegahan terjadinya penyakit tidak menular (PTM) pada lansia, juga diadakan senam di akhir kegiatan. Senam yang dilakukan bertujuan untuk pencegahan stroke. Senam dipimpin langsung oleh mahasiswa KKN dan kader kesehatan desa. Berdurasi sekitar 5 menit, senam tersebut diikuti dengan semangat dan antusias oleh para lansia.
Demak, Agustus 2022 – Masalah kesehatan masyarakat menjadi isu yang sudah tidak asing seiring dengan meningkatnya kasus PTM. PTM merupakan penyakit tidak menular yang tidak disebabkan oleh infeksi kuman seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit patu, dan kanker. Mahasiswa KKN-PPM UGM 2022 turut menyukseskan kegiatan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) Penyakit Tidak Menular di Desa Wonowoso. Posbindu PTM merupakan kegiatan deteksi diri dan pemantauan risiko PTM utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Posbindu PTM Desa Wonowoso diselenggarakan pada 28 Juli 2022 bertempat di Aula Balai Desa Wonowoso.
Screening Kesehatan
Kegiatan meliputi pemeriksaan gula darah, pengukuran tekanan darah, dan penimbangan berat badan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk segera menindak lanjuti secara dini apabila muncul faktor risiko yang ditemukan saat cek kesehatan serta segera dirujuk menuju pasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pencatatan dilakukan dengan teliti sebagaimana arahan yang diberikan oleh kader kesehatan, bedan desa, serta petugas Puskesmas Karangtengah. Kegiatan dilanjutkan dengan senam jantung lansia. Bertambahnya usia pada lansia menyebabkan adanya penurunan fungsi fisik dan psikologis. Sehingga dibutuhkan adanya senam jantung bagi lansia untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
Mahasiswa KKN-PPM UGM turut memperkenalkan kepada peserta Posbindu PTM Desa Wonowoso mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (hipertensi dan diabetes melitus). Suatu keadaan di mana tekanan darah sistolik ≥40 mmHg dan atau tekanan darag diastolik ≥90 mmHg dapat dikenali sebagai penyakit hipertensi. Sementara itu, diabetes melitus itandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Peserta diperkenalkan dengan faktor risiko, gejala, serta komplikasi yang diderita akibat hipertensi serta diabetes melitus. Kegiatan diakhiri dengan edukasi terkait konsumsi gula, garam, dan lemak. Dalam satu hati, gula hanya diperkenankan sebanyak 4 sendok makan, garam sebanyak 1 sendok teh, serta lemak sebanyak lima sendok.
Demak, Juli 2022 – pada 20 Juli 2022 lalu telah dilaksanakan program pelatihan kewirausahaan bagi siswa SDN Dukun 1, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Pelatihan kewirausahaan ini berbentuk sosialisasi dan pendampingan bagi siswa SDN Dukun 1 Demak dalam membuat kerajinan gantungan kunci dan bros dari limbah kain perca. Limbah kain perca didefinisikan sebagai sisa kain yang telah tidak digunakan kembali. Siswa diajarkan untuk menciptakan nilai suatu barang dengan mengolah limbah kain perca sehingga dapat dijual kembali. Kewirausahaan berbasis sociopreneur ini bertumpu pada penciptaan nilai barang dengan mengurangi sampah melalui reuse (penggunaan kembali).
Di sisi lain, wilayah Desa Dukun memiliki banyak sekali potensi usaha, salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah pengolahan limbah kain perca itu sendiri menjadi barang bernilai guna tinggi, seperti bantal, tas, gantungan kunci, dan sebagainya. Namun, untuk menjadi seorang wirausaha diperlukan keterampilan, pembiasaan, dan motivasi. Tujuan dari pelatihan di SDN Dukun 1 ini mencakup menumbuhkan motivasi bagi siswa untuk kelak menjadi pelaku sociopreneur.
Selama proses pelatihan, siswa sangat antusias dalam membuat kerajinan gantungan kunci dan bros dari kain perca. Mereka sangat bersemangat dalam mencoba hal baru ini. Gantungan kunci dan bros yang dibuat bersifat sederhana sehingga mudah diikuti oleh siswa, yaitu berbentuk pita. Berikut ini dipaparkan alat dan bahan serta tata cara pembuatan kerajinan tersebut dari limbah kain perca.
Alat dan bahan:
Kain perca berukuran 9 cm x 15 cm
Kain perca berukuran 1 cm x 7 cm
Benang jahit
Jarum jahit
Lem tembak
Hiasan pernak pernik
Gantungan besi untuk gantungan kunci atau peniti bros
Tata cara pembuatan
Bentangkan kain perca berukuran 9 cm x 15 cm secara horizontal, lalu lipat bagian atas sebanyak dua kali ke bagian bawah sehingga bertumpuk membentuk kain berukuran 3 cm x 15 cm
Bentangkan kain tersebut secara horizontal, lalu lipat bagian ujung kanan ke tengah dan ujung kiri ke tengah. Keduanya bertemu dan bertumpuk sedikit di tengah.
Pada bagian tengah tersebut jahit dengan memasukkan jarum jahit dari ujung atas ke bawah dan menariknya hingga bagian tengah kain tersebut mengkerut
Gulung sisa benang pada jarum jahit mengelilingi bagian tengah yang mengkerut tersebut, kemudian kunci jahitan dengan ikatan jahit. Rapikan dengan menggunting sisa benang yang berhamburan
Lilitkan kain perca berukuran 1 cm x 7 cm mengelilingi bagian tengah pita yang mengkerut, kemudian kunci dengan lem tembak di bagian tengahnya.
Tempelkan peniti bros atau besi gantungan kunci dengan lem tembak
Tambahkan pernak-pernik dengan menempelkannya menggunakan lem tembak sesuai dengan keinginan
Pelatihan kewirausahaan ini diharapkan tidak hanya dilakukan bagi siswa SDN Dukun 1, namun dapat dilakukan secara mandiri oleh warga desa dalam rangka menciptakan dan meningkatkan wirausaha sembari mengurangi limbah lingkungan.
Demak, Juli 2022 – pada 21 Juli 2022 lalu telah dilaksanakan program sosialisasi kewirausahaan bertemakan “Kegiatan dan Pelaku Ekonomi” bagi siswa SDN Dukun 1, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Program ini ditujukan untuk mengenalkan kegiatan ekonomi yang terdiri dari produksi, konsumsi, dan distribusi kepada siswa. Hal ini kami dasarkan pada urgensi rantai ekonomi sebagai fundamental dalam kehidupan sehingga mereka perlu untuk diajarkan ekonomi sejak dini.
Kegiatan dilakukan dengan antusias dari teman-teman SDN Dukun 1. Selain pemaparan materi, siswa dikenalkan dengan kegiatan ekonomi melalui simulasi pasar. Simulasi pasar dilaksanakan dengan membagi siswa dalam beberapa kelompok yang memiliki peran sebagai distributor di pasar (penjual) dan sisanya sebagai konsumen (pembeli). Siswa yang berperan sebagai penjual berdagang menggunakan foto produk yang telah dipersiapkan. Di sisi lain, baik siswa yang berperan sebagai penjual maupun pembeli diberikan uang mainan sebagai alat untuk transaksi dalam simulasi. Simulasi ini disusun mirip dengan games agar harapannya siswa dapat praktik dengan mudah memahami tata cara kerja pasar.
Demak, Agustus 2022 – Pada 19 Juli 2022, Mahasiswa KKN-PPM UGM berkesempatan memberikan edukasi mengenai pengenalan macam-macam mikroorganisme dan perannya dalam bidang pertanian dan kesehatan di SDN Dukun 1 khususnya pada kelas VI A dan VI B. Mikroorganisme merupakan makhluk hidup yang tidak kasat mata yang berada disekitar kita. Mikroorganisme memiliki dampak buruk seperti menyebabkan penyakit tetapi juga dampak baik seperti berperan penting khususnya di bidang pertanian dan kesehatan seperti berperan dalam menunjang pertumbuhan tanaman, pembuatan yoghurt, pembuatan obat, dan lain sebagainya.
Kegiatan dimulai dengan menjelaskan pengertian mikroorganisme, macam-macam mikroorganisme, perbedaan antar jenis mikroorganisme, dan peran bakteri. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan yoghurt secara sederhana sebagai salah satu bentuk peran mikroorganisme yang menguntungkan. Kegiatan berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh anak-anak kelas VI SDN Dukun 1.
Demak, Agustus 2022 – Berawal dari piknik ke Solo, Bu Saroh kini menjadi salah satu penjual intip goreng yang mempunyai banyak pelanggan. Saat piknik ke Solo Bu Saroh tertarik membeli oleh-oleh berupa intip goreng. Dari rasa penasarannya beliau bertanya berapa harga setoran intip goreng kepada penjual. Melihat peluang yang besar, akhirnya Bu Saroh tertarik menjadi penyetor intip ke Solo. Di Wonowoso, Bu Saroh membeli intip kemudian disetor ke Solo. Saat itu setorannya cukup banyak.
Perjalanan Demak-Solo yang cukup jauh membuat intip Bu Saroh banyak yang hancur sehingga ditolak pembeli. Tidak ingin intipnya dibuang, Bu Saroh iseng menggoreng intip yang hancur. Awalnya suami Bu Saroh melarang dan memandang sebelah mata. Akan tetapi, Bu Saroh tetap menggoreng intip tersebut dan mengemasnya dengan plastik kecil. Tidak berhenti di situ, Bu Saroh menawarkannya ke masyarakat sekitar dan ternyata banyak peminatnya.
Sampai saat ini, Bu Saroh sudah menekuni usaha ini selama 21 tahun. Setiap hari Bu Saroh dibantu 1 orang dan anak-anaknya untuk meproduksi kurang lebih 25 kg intip goreng. Beliau sudah tidak lagi menjadi penyetor ke Solo tetapi menerima pesanan dari masyarakat sekitar, menjual di warung, dan pasar. Usaha ini terus berkembang dan diminati masyarakat karena Bu Saroh selalu memperhatikan kualitas produknya dengan menggunakan minyak berkualitas.
Bagi yang ingin mencicipi intip goreng Bu Saroh dapat datang langsung ke Wonowoso RT 03/III atau menghubungi 081325756300